Politik

Hasil Survei: Prabowo Dapat Dukungan Terbanyak Dari Pemilih Gen Z

163
×

Hasil Survei: Prabowo Dapat Dukungan Terbanyak Dari Pemilih Gen Z

Share this article
Bakal Calon Presiden dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto dalam Public Lecture Golkar Institute di program Executive Education Program for Young Political Leaders, batch 13 Golkar Institute, di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakbar, Kamis (31/8/2023) lalu. Foto: golkar.indonesia
Bakal Calon Presiden dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto dalam Public Lecture Golkar Institute di program Executive Education Program for Young Political Leaders, batch 13 Golkar Institute, di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakbar, Kamis (31/8/2023) lalu. Foto: golkar.indonesia

G24NEWS.TV, JAKARTA – Bakal calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto mendapatkan suara terbanyak dari pemilih generasi Z, berdasarkan Hasil Survei Preferensi Politik Mahasiswa di Pemilu 2024.

Survei dilakukan oleh PolGov Research Center, Universitas Gadjah Mada, Jaringan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Hasil survei menunjukkan untuk pilihan politik figur bacapres, pemilih teridentifikasi (identified voters) terbanyak menyatakan pilihannya pada Prabowo Subianto, yaitu 17,92%.

Di posisi kedua, ditempati oleh  Ganjar Pranowo yang mendapatkan dukungan pemilih sebanyak 13,96%. Sedangkan, posisi terakhir ditempati Anies Baswedan sebanyak 10,38%.

Sementara itu, sebanyak 53% responden mahasiswa tidak teridentifikasi pilihan politiknya.

Hasil survei dari analisis lebih lanjut berdasarkan pengukuran kedekatan dencan figur bacapres, posisinya juga sama, tetapi Prabowo dan Ganjar perbedaannya sangat tipis.

Tingkat keterpilihan Prabowo Subianto sebanyak 30,19% dan Ganjar Pranowo 30%. Sedangkan, Anies Baswedan tertinggi di posisi 18,30%.

56,85% Belum Tentukan Pilihan

PovGov juga melakukan survei untuk pilihan partai dengan responden yang sama. Hasilnya, lebih dari separuh responden mahasiswa atau sebanyak 56,85% masih belum memutuskan atau merasahasiakan pilihan partainya.

Baca Juga  Syarwani Yakin Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran di Kaltara

Sisanya, sebanyak 11,07% memilih Gerindra, PDIP sebanyak 8,63%, Golkar sebanyak 4,69% dan Nasdem sebesar 4,32%. Sedangkan, partai lain mendapatkan dukungan di bawah 4%.

Survei dilakukan selama dua minggu, dari 24 Juli 2023 hingga 7 Agustus 2023. Responden survei sebanyak 719 mahasiswa yang tersebar di 31 perguruan tinggi dan 29 provinsi di Indonesia.

Metode penarikan sampel (responden) di dalam survei ini menggunakan metode chain-referral sampling atau juga jamak dikenal snowball sampling.

Upaya menjangkau mahasiswa melibatkan dosen dan peneliti yang mengajar di masing-masing universitas target yang juga merupakan jaringan Research Centre “PolGov”.

PolGov adalah jejaring akademisi di berbagai universitas dan responden dapat merekrut mahasiswa lain sebagai responden survei.

Mode pengumpulan data adalah self-enumeration atau sering juga disebut self-administered survey, di mana responden (mahasiswa) melakukan pengisian survei di dalam platform Qualtrics secara mandiri melalui gawai masing-masing.

Mengenai limitasi survei karena metode penarikan responden masuk dalam kategori non-probabilistic sampling, survei ini tidak mempunyai kekuatan klaim bahwa responden mewakili populasi mahasiswa di Indonesia.

Baca Juga  Begini Loh Penjelasan Kriptocurrency Buat Gen Z!

Metode pengisian survei secara mandiri juga meningkatkan non-response rate yang tinggi, teruatama pada beberapa pertanyaan sensitif seperti pilihan politik.

Momentum Politik

Survei terhadap kalangan gen Z dinilai sangat perlu dilakukan mengingat Pemilu 2024 adalah momentum politik bagi seluruh kelompok pemilih, bukan hanya elit dan kandidat.

Kelompok pemuda menjadi sasaran strategis melihat potensinya yang sangat besar hingga mencapai 56,45% atau sekitar 113 juta pemilih, di mana salah satu kelompok pemilih muda adalah mahasiswa.

Opini dan preferensi mahasiswa menjadi sentral karena tingkat literasi dan perhatian mereka pada isu-isu publik dan dinamika politik bisa berimplikasi pada sikap politik kelompok pemilih lain.

“Sehingga memahami preferensi politik kelompok mahasiswa dalam pemilu dan isu  publik merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Survei merupakan upaya dalam memetakan opini dan preferensi politik tersebut,” tulis Povgov.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300