Internasional

Hari Nol Diskriminasi: Momentum Perjuangan Lawan Diskriminasi

271
×

Hari Nol Diskriminasi: Momentum Perjuangan Lawan Diskriminasi

Share this article
Peringatan hari nol diskriminasi
Peringatan hari nol diskriminasi. (Foto icjr)

G24NEWS.TV, JAKARTA – Tanggal 1 Maret diperingati sebagai Hari Nol Diskriminasi atau Zero Discrimination Day, sebagai upaya untuk mewujudkan kehidupan di dunia yang adil dan setara.

Peringatan Hari Nol Diskriminasi atau Zero Discrimination Day dimulai pada 1 Maret 2014, masih cukup baru di dunia.

Dilansir dari unaids.org, Hari Nol Diskriminasi atau adalah perayaan hak setiap orang untuk hidup penuh dan produktif serta dapat menjalaninya dengan martabat. Peringatan ini membantu menciptakan gerakan solidaritas global untuk mengakhiri segala bentuk diskriminasi.

Peringatan ini juga menyoroti bagaimana orang dapat memperoleh informasi tentang dan mempromosikan inklusi, kasih sayang dan perdamaian. Selain itu, peringatan ini juga berupaya untuk mendorong gerakan perubahan.

Baca Juga  Dampak Neokolonialisme, Sebabkan Kelaparan hingga Perang

Apa itu Diskriminasi?

Diskriminasi adalah pembedaan perlakuan karena sebab tertentu. Diskriminasi dapat terjadi karena disebabkan perbedaan warna kulit, golongan atau ras, etnis dan lain-lain. Pada hakikatnya, manusia memiliki hak asasi yang melekat.

Namun, realitanya di masyarakat masih sering ditemui tindakan diskriminasi yang mencederai hak asasi manusia karena alasan tertentu. Tak hanya warna kulit maupun ras, diskriminasi bisa terjadi pada kelompok tertentu seperti kelompok minoritas dan kelompok termarjinalkan. Manusia punya hak untuk bebas dari perlakuan diskriminatif sebab anti diskriminasi merupakan ciri khas hak asasi manusia.

Angkat Tema “Save Lives: Decriminalise”

Tahun ini, tema yang diangkat UNAIDS dalam peringatan Hari Nol Diskriminasi adalah “Save Lives: Decriminalise”. Tema ini diangkat UNAIDS sebagai upaya menyoroti dekriminalisasi Key Population atau populasi kunci.

Baca Juga  Kasus Flu di Amerika Serikat Melonjak, Apakah Pertanda Sistem Kesehatan Mereka Runtuh?

Key Population didefinisikan sebagai kelompok yang melakukan perilaku berisiko tinggi tertentu, berisiko lebih tinggi terhadap HIV terlepas dari jenis epidemi atau kondisi lokal.

Hukum pidana yang menargetkan key population dan ODHIV melanggar hak asasi manusia, memperburuk stigma yang dihadapi orang dan menempatkan orang dalam bahaya dengan menciptakan hambatan terhadap dukungan dan layanan yang mereka butuhkan untuk melindungi kesehatan mereka. Melalui dekriminalisasi, diharapkan dapat menyelamatkan hidup kelompok rentan yaitu key population dan ODHIV.

banner 325x300