Ekonomi

Harga Pertamax Naik, Masyarakat Sulit Lepas dari BBM Bersubsidi 

243
×

Harga Pertamax Naik, Masyarakat Sulit Lepas dari BBM Bersubsidi 

Share this article
Foto Nozzle BBM
Ilustrasi: Nozzle. harga pertamax naik bikin masyarakat sulit lepas dari BBM Bersubsidi (Foto Anadolu Agency)

G24NEWS.TV, JAKARTA – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dikhawatirkan akan menyulitkan masyarakat untuk beralih dari bahan bakar bersubsidi, ujar Arsjad Rasjid, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. 

Kenaikan harga Pertamax kata Arsjad bisa memberi dampak cukup signifikan pada perekonomian Indonesia. Terutama memengaruhi minat masyarakat terutama pengguna bahan bakar minyak (BBM) Pertalite untuk beralih ke Pertamax. 

“Meskipun kenaikan harga ini ditetapkan berdasarkan mekanisme pasar dan faktor-faktor seperti harga minyak mentah global, kenaikan harga ini tetap dapat berpengaruh terhadap minat masyarakat pada Pertamax,” ujar dia dalam keterangan pers, Kamis (3/2). 

Arsjad Rasjid mengingatkan pentingnya diversifikasi sumber energi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, yang rentan terhadap fluktuasi harga di pasar internasional.

Menurut dia, Indonesia perlu memperkuat program energi baru terbarukan, terutama untuk memberikan insentif penggunaan kendaraan listrik beserta penguatan ekosistem industri kendaraan listrik. 

Baca Juga  Melchias Markus Mekeng: Kejahatan Pajak Sulit Diatasi Karena Ada Oknum Fiskus Bermental Mafia

“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia diyakini akan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak,” ungkap Arsjad.

Dorong Investasi Energi Terbarukan

Arsjad juga meminta pemerintah mendorong realisasi investasi di energi terbarukan melalui implementasi kerangka kebijakan dan peraturan yang konsisten. Antara lain mempercepat pengadaan PLN, mempersingkat proses negosiasi power purchasing agreement (PPA), dan menyederhanakan pembebasan lahan, izin lingkungan serta berbagai penguatan infrastruktur dan teknologi.

“ Semua upaya ini akan membantu mencapai target Grand Strategi Energi Nasional, yaitu mencapai target bebas emisi atau net zero emission pada 2060,” ujar dia. 

Sebelumnya Pertamina menaikkan harga BBM jenis Pertamax mulai Rabu (1/3) lalu. Harga sebelumnya Rp 12.800 menjadi Rp 13.300 per liter. Menurut Pertamina kenaikan harga ini mengacu pada rata-rata MOPS (Means of Platts Singapore) pada periode 25 Januari 2023 hingga 24 Februari 2023.

Baca Juga  Puteri Komarudin Dorong OJK Tingkatkan Inklusi dan Literasi Keuangan Melalui Pesantren

Namun harga baru ini berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5% seperti di wilayah DKI Jakarta.  BBM jenis Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan harga dari sebelumnya Rp 14.850 menjadi Rp 15.100 per liter. Pertamina tetap yakin harga Pertamax tetap lebih kompetitif dibanding pemain lain di Indonesia.  

Menurut Pertamina harga BBM dihitung dengan mempertimbangkan harga minyak mentah publikasi MOPS dan kurs mata uang.  Tapi, harga BBM jenis lain malah mengalami penurunan. Untuk BBM jenis Dexlite mengalami penurunan harga dari Rp 16.150 menjadi Rp 14.950 per liter. Lalu, Pertamina Dex dari sebelumnya Rp 16.850 menjadi Rp 15.850 per liter.

banner 325x300