HeadlineNasional

Gubernur Sri Sultan Yakin Gunung Merapi Tidak Meletus Secara Eksplosif

264
×

Gubernur Sri Sultan Yakin Gunung Merapi Tidak Meletus Secara Eksplosif

Share this article
Gunung Merapi meletus. Gubernur Sri Sultan meyakini Gunung Merapi tidak meletus secara eksplosif sepeti tahun 2010 lalu. foto: dok
Gunung Merapi meletus. Gubernur Sri Sultan meyakini Gunung Merapi tidak meletus secara eksplosif sepeti tahun 2010 lalu. foto: dok

G24NEWS.TV – YOGYAKARTA – Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meyakini, Gunung Merapi tidak akan meletus secara eksplosif seperti yang terjadi pada 2010.

“Enggak akan meletus seperti dulu,” katanya di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, Sabtu (11/3/2023).

Menurut Sultan, pola erupsi gunung yang berada di perbatasan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta dan Jawa Tengah itu telah mengalami perubahan. Dibandingkan saat erupsi besar beberapa tahun silam.

“Sudah berbeda wong sudah sepuluh tahun lebih. Biasanya kan empat tahun meletus,” ujar Gubernur dari Partai Golkar ini dikutip dari Antara, Minggu (12/3/2023).

Dijelaskannya, guguran panas yang keluar dari Gunung Merapi pada Sabtu, memiliki manfaat bagi lahan pertanian. Seperti menambal lahan-lahan berlubang atau rusak di sekitar gunung akibat aktivitas tambang pasir.

Meski membutuhkan waktu yang tidak sebentar, ia meyakini aktivitas vulkanik Merapi akan berhenti dengan sendirinya.

Baca Juga  Gunung Ibu di Pulau Halmahera Maluku Meletus

“Yang penting ‘ngebaki’ (memenuhi) yang dirusak karena ditambang, itu saja. Nanti kalau lubang-lubang itu sudah tertutup kan berhenti sendiri. Memang itu perlu (waktu, red) lama karena tidak hanya di atas. Yang di bawah kan juga pada berlubang kan gitu,” kata dia.

Terkait jarak luncur awan panas guguran Merapi yang mencapai maksimal empat kilometer, Sri Sultan berharap masyarakat tidak perlu panik.

“Sekarang memang harus keluar ya memang ‘nyembur’, tapi kan hanya satu kilometer, dua kilometer. Karena yang ditambang di sekitar situ,” ucap Raja Keraton Yogyakarta itu.

Status Level III atau Siaga

Berdasarkan pantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Sabtu, mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran 29 kali.

Meluncur ke arah barat yaitu di alur Kali Bebeng dan Krasak dengan jarak luncur maksimum empat kilometer.

Baca Juga  Tanggapan Misbakhun Usai KPK Tahan Rafael Alun

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menyebut, hujan abu tipis akibat erupsi Merapi terjadi di sektor barat laut-utara. Dengan intensitas bervariasi yang di antaranya mencapai Kota Magelang, Jawa Tengah.

Sebaran abu vulkanik juga dilaporkan menjangkau hingga Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah atau mencapai 33 km dari puncak Merapi.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga karena potensi keluarnya magma dari dalam gunung api itu masih tinggi.

Meski meminta masyarakat tetap waspada, Agus optimis aktivitas erupsi efusif berupa luncuran awan panas guguran itu tidak akan sampai ke permukiman warga di sekitar Gunung Merapi.

“Jarak luncur ke arah barat daya maksimal tujuh kilometer. Sementara yang kami ketahui permukiman penduduk di arah Kali Krasak sampai delapan kilometer,” kata Agus. *

Penulis: Dharma Sastronegoro
Editor: Administrator G24News

banner 325x300