Politik

Golkar Masuk Tiga Besar Partai Pilihan Gen Z

217
×

Golkar Masuk Tiga Besar Partai Pilihan Gen Z

Share this article
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar seluruh Indonesia dan Ketua Umum Airlangga Hartarto berfoto bersama di Badung, Bali, Minggu (30/7/2023) malam. Foto: Ist
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar seluruh Indonesia dan Ketua Umum Airlangga Hartarto berfoto bersama di Badung, Bali, Minggu (30/7/2023) malam. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA – Partai Golkar masuk tiga besar sebagai partai yang paling disukai oleh pemilih mahasiswa atau generasi Z (gen Z) berdasarkan hasil survei Preferensi Politik Mahasiswa di Pemilu 2024.

Survei dilakukan oleh PolGov Research Center, Universitas Gadjah Mada, Jaringan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Dari hasil survei diketahui bahwa sebanyak 4,69% responden memilih Partai Golkar. Partai yang masuk di tiga besar lain adalah Gerindra sebanyak 11,07% dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebanyak 8,63%).

Sementara itu, lebih dari separuh responden atau sekitar 56,85% masih belum memutuskan atau merasahasiakan pilihan partainya.

Survei dilakukan selama dua minggu, dari 24 Juli 2023 hingga 7 Agustus 2023. Responden survei sebanyak 719 mahasiswa yang tersebar di 31 perguruan tinggi dan 29 provinsi di Indonesia.

Metode penarikan sampel (responden) di dalam survei ini menggunakan metode chain-referral sampling atau juga jamak dikenal snowball sampling.

Baca Juga  Pengangguran di Karawang Unjuk Rasa Minta Pekerjaan, Golkar Dorong Perusahaan Serap Tenaga Kerja Lokal 

Upaya menjangkau mahasiswa melibatkan dosen dan peneliti yang mengajar di masing-masing universitas target yang juga merupakan jaringan Research Centre “PolGov”.

PolGov adalah jejaring akademisi di berbagai universitas dan responden dapat merekrut mahasiswa lain sebagai responden survei.

Mode pengumpulan data adalah self-enumeration atau sering juga disebut self-administered survey, di mana responden (mahasiswa) melakukan pengisian survei di dalam platform Qualtrics secara mandiri melalui gawai masing-masing.

Mengenai limitasi survei, karena metode penarikan responden masuk dalam kategori non-probabilistic sampling, survei ini tidak mempunyai kekuatan klaim bahwa responden mewakili populasi mahasiswa di Indonesia.

Pilihan Politik

Metode pengisian survei secara mandiri juga meningkatkan non-response rate yang tinggi, teruatama pada beberapa pertanyaan sensitif seperti pilihan politik.

Baca Juga  Prabowo Subianto Terima Kunjungan Anak Jenius Kenneth Matthew di Kertanegara

Survei terhadap kalangan milenial dinilai sangat perlu dilakukan mengingat Pemilu 2024 adalah momentum politik bagi seluruh kelompok pemilih, bukan hanya elit dan kandidat.

Kelompok pemuda menjadi sasaran strategis melihat potensinya yang sangat besar hingga mencapai 56,45% atau sekitar 113 juta pemilih, di mana salah satu kelompok pemilih muda adalah mahasiswa.

Opini dan preferensi mahasiswa menjadi sentral karena tingkat literasi dan perhatian mereka pada isu-isu publik dan dinamika politik bisa berimplikasi pada sikap politik kelompok pemilih lain.

“Sehingga memahami preferensi politik kelompok mahasiswa dalam pemilu dan isu  publik merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Survei merupakan upaya dalam memetakan opini dan preferensi politik tersebut,” tulis Povgov.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300