Golkar Jembrana Targetkan 11 Kursi DPRD Kabupaten dan 2 Kursi Provinsi di Pileg 2024

53
×

Golkar Jembrana Targetkan 11 Kursi DPRD Kabupaten dan 2 Kursi Provinsi di Pileg 2024

Share this article
Ketua DPD Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry. Foto: Golkar
Ketua DPD Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry. Foto: Golkar

G24NEWS.TV, JAKARTA – Partai Golkar Jembrana menargetkan 11 kursi di DPRD Kabupaten dan dua kursi di DPRD Provinsi pada Pileg 2024 mendatang.

Untuk memperkuat pemahaman politik serta mempersolid internal, partai beringin di Gumi Makepung ini menggelar pendidikan politik sekaligus pelatihan bagi koordinator saksi di desa, Minggu 17 Desember 2023.

Mereka menyatakan diri siap bertarung pada Pemilu 2024 dan berambisi bisa mengusung Calon Bupati sendiri.

Ketua DPD Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry menjelaskan, pendidikan politik kali ini lebih menekankan kader untuk menyebarluaskan ke masyarakat agar terciptanya Pemilu yang aman, damai, tertib, jujur dan adil.

“Jembrana mengawali melakukan pendidikan politik sekaligus memberikan pelarihan bagi koordinator saksi di desa,” ujar Sugawa Korry didampingi Ketua DPD Golkar Jembrana, I Made Suardana, Minggu (17/12/2023).

Disinggung mengenai target perolehan kursi di legislatif tingkat Kabupaten maupun Provinsi, politikus asal Buleleng mengakui telah melakukan pemetaan dan memasang target di seluruh Bali.

Untuk di tingkat DPRD Jembrana, Golkar sendiri menargetkan 11 dari 35 kursi yang ada. Sementara untuk tingkat Provinsi Bali menargerkan dua kursi.

“Di kabupaten kita target 11 kursi atau 30 persen dari 35 kursi yang ada. Sementara di Provinsi kita target dua kursi,” sebutnya.

Bagaimana dengan rencana Pilkada Jembrana 2024 mendatang mengingat jika target kursi tersebut terpenuhi otomatis partai pohon beringan di Gumi Makepung ini bakal bisa mengusung Calon Bupati sendiri? Sugawa Korry enggan gembar gembor.

Dirinya bersama kader lainnya mengakui masih fokus dengan perhelatan Pilpres dan Pileg 2024 mendatang.

Bertarung di Pilkada

Setelah perhelatan tersebut, tentunya akan bisa mengambil langkah lebih jauh. Mengingat Pilpres dan Pileg ini tentunya menajdi acuan untuk bertarung di Pilkada 2024 mendatang.

“Keputusan mengusung calon bupati dan wakil akan diketahui setelah Pilpres dan Pileg. Termasuk juga apakah koalisi atau mandiri kita lihat dulu nantinya. Yang jelas stok kader di Golkar sangat memadai,” tegasnya.

Menurutnya, pihaknya ingin mewujudkan pemerataan di Bali. Kemudian menyeimbangkan antara pertanian, industri dan pariwisata.

Sebab, selama ini Bali cenderung mengandalkan pariwisata yang begitu rentan dengan risiko.

Pariwisata sangat riskan terganggu oleh berbagai isu seperti saat ini. Mulai dari perang, penyakit dan lainnya.

“Intinya upaya mempersempit kesenjangan yang terjadi selama ini. Pertanian pariwisata dan industri dibangun dengan sinergi semua pihak. Tujuannya agar tidak ada dominasi yang melebar. Saat ini pariwisata jasa ini rentan runtuh dengan berbagai isu seperti peperangan hingga penyakit,” tandasnya.(Tribun Bali)

Email: Nyomanadikusuma@G24 News
Editor: Lala Lala

banner 325x300