Nasional

Golkar Ingin Pemilu 2024 Tetap Gunakan Proporsional Terbuka

206
×

Golkar Ingin Pemilu 2024 Tetap Gunakan Proporsional Terbuka

Share this article
Rio Idris Padjalangi
Rio-Idris-Padjalangi-

G24NEWS.TV, JAKARTA – Partai Golkar berharap Pemilu 2024 mendatang tetap menggunakan sistem proporsional terbuka karena mencerminkan kemajuan demokrasi.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Golkar Andi Rio Idris Padjalangi mengatakan jika kembali menggunakan sistem proporsional tertutup maka demokrasi Indonesia mengalami kemunduran.

“Proporsional tertutup membuat demokrasi kita mengalami kemunduran dan tidak mewakili apa yang menjadi suara rakyat untuk mengusung keterwakilannya di daerah pemilihan,” tutur Andi.

Menurut dia, sistem proporsional terbuka memiliki banyak kelebihan terhadap calon anggota legislatif (caleg). Sistem itu akan membuat caleg bisa bertatap muka dan interaksi dengan masyarakat.

Bagi dia, dengan interaksi tersebut, caleg bisa mendengar keluh kesah kehidupan masyarakat. Hal itu akan berpengaruh terhadap keberadaan partai politik. Jika nanti terpilih pada anggota dewan terpilih bisa diketahui dan dikontrol publik.

Baca Juga  Kloter Terakhir Kuota Tambahan Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

Andi mengatakan kondisi tersebut bisa jadi motivasi untuk partai dan caleg terpilih dalam bekerja.

“Jika proporsional tertutup diberlakukan, maka belum tentu rakyat di daerah pemilihannya mengetahui siapa anggota dewan yang terpilih untuk keterwakilan nya di dapil,” jelas Andi.

Komunikasi Terlebih Dahulu

Andi menyesalkan pernyataan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari soal kemungkinan Pemilu 2024 kembali menerapkan sistem proporsional tertutup.

Menurut dia, KPU mestinya melakukan komunikasi terlebih dahulu kepada DPR, bukan melempar omongan di publik tanpa pertimbangan dan rapat dengan DPR.

“KPU terkesan memiliki kewenangan penuh untuk menentukan pemilu dan tidak lagi mendengar DPR. Ini menjadi hal yang aneh dan merusak sistem ketatanegaraan,” ujar dia.

Baca Juga  Ini Repotnya Jika Mahkamah Konstitusi Putuskan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup 

Sebelumnya Ketua KPU RI Hasyim Asyari mengatakan ada kemungkinan pemungutan suara Pemilu 2024 kembali menggunakan sistem proporsional tertutup. Sistem itu akan membuat pemilih mencoblos partai bukan caleg.

“Ada kemungkinan, saya belum berani berspekulasi, ada kemungkinan kembali ke sistem proporsional daftar calon tertutup,” kata Hasyim dalam acara Catatan Akhir Tahun 2022 di Kantor KPU RI, Jakarta, Kamis, 29 Desember 2022.

Sejumlah pihak mengajukan uji materi terkait Pasal 168 Ayat (2) UU Pemilu. Pasal tersebut mengatur tentang sistem proporsional terbuka atau pemungutan suara dengan memilih calon anggota legislatif.

 

 

banner 325x300