Daerah

Golkar Bantaeng Fokus pada Pemenangan Pemilu 2024

240
×

Golkar Bantaeng Fokus pada Pemenangan Pemilu 2024

Share this article
Golkar Bantaeng Fokus pada Pemenangan Pemilu 2024
Golkar Bantaeng Fokus pada Pemenangan Pemilu 2024

G24NEWS.TV, JAKARTA –  Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Kabupaten Bantaeng, Liestiaty Fachruddin Nurdin Abdullah saat ini lebih fokus untuk Pemenangan Pemilu (Pemilu) dan menolak pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Istri mantan Gubenur Sulsel ini menyebutkan meskipun ada isu Munaslub di tubuh partai Golkar tidak akan mempengaruhi kerja-kerja DPD II Golkar Bantaeng.

“Kami di DPD II Golkar Bantaeng sangat solid dan semangat untuk terus bekerja untuk pemenangan pemilu dan Pilpres, Pileg maupun Pilkada serentak 2024 nanti,” katanya.

“Golkar Bantaeng solid mendukung Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum DPP Golkar dan menolak Munaslub,” tuturnya.

Lies menjelaskan, dirinya bersama seluruh jajaran pengurus DPD II Golkar Bantaeng terus berjuang menyampaikan program-program dan perjuangan partai Golkar untuk masyarakat Bantaeng.

Baca Juga  Golkar Perjuangkan Caleg Wanita

“Kita fokus bagaimana menang di Pilpres, Pileg dan Pilkada 2024 nanti. Ini adalah keharusan bagi semua jajaran pengurus Golkar Bantaeng, tanpa terkecuali,” tutupnya.

Golongan Karya (Golkar) muncul dari kolaborasi gagasan tiga tokoh, Soekarno, Soepomo, dan Ki Hadjar Dewantara. Ketiganya, mengajukan gagasan integralistik-kolektivitis sejak 1940. Saat itu, gagasan tiga tokoh ini mewujud dengan adanya Golongan Fungsional. Dari nama ini, kemudian diubah dalam bahasa Sansekerta sehingga menjadi Golongan Karya pada 1959. Hingga kini, Golongan Karya dikenal dalam dunia politik nasional sebagai Golkar.

Pada dekade 1950-an, pembentukan Golongan Karya semula diorientasikan sebagai perwakilan dari golongan-golongan di tegah masyarakat. Perwakilan ini diharapkan bisa merepresentasikan keterwakilan kolektif sebagai bentuk ‘demokrasi’ yang khas Indonesia. Wujud ‘demokrasi’ inilah yang kerap disuarakan Bung Karno, Prof Soepomo, maupun Ki Hadjar Dewantara.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Serukan Kader Jaga Soliditas Partai Golkar

Pada awal berdiri, Golkar bukan mewujud sebuah partai, melainkan perwakilan golongan melalui Golongan Karya. Ide awal Golkar yaitu sebagai sistem perwakilan (alternatif) dan dasar perwakilan lembaga-lembaga representatif. Tahun 1957 adalah masa awal berdirinya organisasi Golkar. Pada waktu itu sistem multipartai mulai berkembang di Indonesia. Golkar sebagai sebuah alternatif merupakan organisasi yang terdiri dari golongan-golongan fungsional.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300