Nasional

Endang Maria Astuti Serukan Akhiri Perundungan dan Kekerasan Anak

228
×

Endang Maria Astuti Serukan Akhiri Perundungan dan Kekerasan Anak

Share this article
Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti. Foto: Golkar
Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti. Foto: Golkar

G24NEWS.TV, JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti mengajak semua pihak untuk menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2023 lalu tidak sekadar seremonial dan rutinas tahunan.

Legislator Partai Golkar Endang Maria Astuti menilai Hari Anak Nasional dapat menjadi momentum untuk memaknainya secara substantif guna meningkatkan perlindungan terhadap anak Indonesia secara kolektif, khususnya terhadap aksi perundungan dan kekerasan anak.

Hal ini penting, sebab menurut Endang aksi perundungan terhadap anak semakin meningkat.

Khususnya perundungan secara online atau daring.

“Semua orang tua, pendidik, dan masyarakat pada umumnya memiliki tanggung jawab untuk mencegah terjadinya perundungan terhadap anak,” ujarnya, (30/7/2023).

Menurut Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI ini, semua aksi perundungan terhadap anak baik yang dilakukan di dunia maya maupun dunia nyata perlu dicegah secara bersama-sama oleh semua pihak.

“Sebab hal ini merupakan tanggung jawab kita semua agar perundungan terhadap anak ini bisa dihindari dan dicegah sedari awal,” tegasnya.

Baca Juga  Fadel Muhammad: Waspada Upaya Pemecah Belah Bangsa

Srikandi Beringin ini yakin jika semua pihak mau peduli dan berusaha meningkatkan perlindungan terhadap anak sejak dini maka kasus-kasus perundungan terhadap anak akan dapat diakhiri.

“Jika semua pihak bersama-sama memberikan perlindungan terhadap anak maka anak-anak akan memiliki dunia bermain dengan keceriaan masing-masing,” tutur aktivis perempuan dan anak ini.

Akhiri Perundungan Anak

Legislator Senayan dari Dapil Jateng IV (Kabupaten Wonogiri, Karanganyar dan Sragen) ini mengharapkan kepada semua pihak agar aksi perundungan terhadap anak tidak ditolerir lagi apa pun alasannya.

“Aksi perundungan akan menyebabkan luka batin kepada anak yang akan membekas sampai anak ini beranjak dewasa,” bebernya.

Apalagi, jelasnya, sejatinya anak adalah pewaris masa depan bangsa sehingga membutuhkan lingkungan dan keteladanan yang baik.

Dia mengemukakan anak=anak memerlukan ruang tumbuh yang normal.

“Jika anak-anak tumbuh dengan normal maka masa depan Indonesia akan cerah,” jelas Endang.

Endang juga bermitra dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini.

Baca Juga  Ini 5 Bantuan Sosial yang Cair Jelang Ramadhan, Cara Cek Penerima Bansos Baca di Sini

Endang Maria dengan tegas meminta kasus-kasus perundungan terhadap anak, terlebih kekerasan terhadap anak.

Baik dilakukan secara fisik, verbal terlebih seksual, harus dihukum secara tegas, tuntas, serta menimbulkan efek jera.

“Ini penting untuk memberikan efek jera agar kasus serupa tidak terulang kembali,” tegas Endang kembali.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah merilis data bahwa kasus kekerasan terhadap anak sudah masuk tahap darurat.

Kasus kekerasan terhadap anak sejak Januari sampai Juni 2023 tercatat mencapai 1.600 aduan.

Dari kasus itu terbanyak adalah kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Kemudian, disusul pencabulan dan perundungan terhadap anak.

“Fenomena kekerasan terhadap anak merupakan fenomena global dan dunia”.

“Sebanyak 1.600-an aduan yang diterima ini yang diadukan saja”.

“Sedangkan di luar tentu saja masih banyak kasus yang belum terungkap,” papar Wakil Ketua KPAI Jasra Putra, pekan lalu.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300