HeadlineNasional

Empat Parpol Pendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024, Wujud Koalisi Jalan Tengah di Indonesia 

2265
×

Empat Parpol Pendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024, Wujud Koalisi Jalan Tengah di Indonesia 

Share this article
Empat partai pendukung Prabowo Subianto, Partai Golkar, Gerindra, PAN dan PKB
Empat partai pendukung Prabowo Subianto, Partai Golkar, Gerindra, PAN dan PKB

G24NEWS.TV, JAKARTA – Prabowo Subianto akhirnya mendapatkan dukungan dari empat partai politik untuk maju dalam Pilpres 2024 mendatang, yaitu Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN), komposisi parpol yang mencerminkan masyarakat Indonesia. 

Deklarasi dukungan tersebut digelar di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta, pada Minggu (13/8). Ketua umum dari empat partai tersebut menandatangani MoU kerjasama politik.

Sebelumnya Prabowo dideklarasikan sebagai capres oleh Partai Gerindra pada Agustus tahun lalu. PKB juga kemudian memberikan dukungan pada Prabowo sebagai calon presiden. 

“Partai Golkar memberikan dukungan pada Letjen (purn) Prabowo Subianto, sebagai capres 2024-2029,” ujar Airlangga saat memberikan pidato dukungan. 

“Kenapa Partai Golkar menjatuhkan pilihan pada Pak Prabowo? Tidak lain tidak bukan karena, karena Letjen (purn) Prabowo lahir dari rahim Partai Golkar,” lanjut dia. 

Setelah Airlangga memberikan pidato dukungan, giliran Zulkifli Hasan, ketua umum PAN yang memberikan dukungan 

“PAN memutuskan memberikan dukungan capres periode 2024-2029 kepada Letnan Jenderal Prabowo Subianto,” kata Zulkifli memberikan dukungannya. 

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Syaiful Huda mengatakan bergabungnya Partai Golkar dan PAN akan menambah menambah kekuatan koalisi pendukung Prabowo. 

Menurut dia Partai Golkar yang mempunyai pengalaman panjang dalam politik Indonesia pasti akan memberikan insentif elektoral jika bersatu dalam koalisi.

“Kami optimistis bergabungnya Partai Golkar dan PAN akan menambah daya tawar koalisi termasuk menambah peluang besar bagi pasangan calon presiden maupun calon presiden wakil presiden yang akan diusung,” ujar dia. 

Baca Juga  Kader Muda Partai Golkar Serukan Soliditas KIB  

Gabungan Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB dan PAN sudah lebih dari cukup untuk mengusung capres. Dalam UU Pemilu, ambang batas bagi parpol atau gabungan parpol untuk mengajukan capres adalah minimal 20 persen dari kursi DPR atau 25 persen dari suara sah nasional.

Berikut ini kekuatan parpol pendukung Prabowo di parlemen: 

  • Fraksi Partai Golkar 85 kursi/14,78%
  • Fraksi Partai Gerindra 78 kursi/13,57%
  • Fraksi PKB 58 kursi/10,09%
  • Fraksi PAN 44 kursi/7,65%

Dengan demikian, Prabowo Subianto mendapatkan dukungan dari 265 kursi di parlemen atau 46,09%. Sedangkan Partai Golkar adalah pemilik jumlah kursi terbanyak dalam koalisi pendukung Prabowo tersebut. 

Koalisi parpol pendukung prabowo subianto
Koalisi parpol pendukung prabowo subianto

Tim Pemerintahan Presiden Jokowi 

Sementara itu Prabowo Subianto yang juga ketua umum Partai Gerindra mengatakan partai-partai yang mendukung dirinya adalah bagian dari koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo. 

“Kita tidak malu-malu mengatakan bahwa kita adalah bagian dari tim dari pemerintahan yang dipimpin oleh bapak insinyur haji Joko Widodo,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Koalisi ini menurut dia adalah bagian dari tim Jokowi yang harus berani menyatakan berhasil dalam membawa bangsa dan negara ini sampai sekarang. 

Namun, dia menepis adanya perintah tertentu dari Presiden Jokowi untuk membangun koalisi tertentu. Menurut dia Presiden Joko Widodo adalah sosok demokratis yang menghargai independensi partai menentukan pilihan politiknya. 

Golkar akan Lebih Berkembang 

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Ujang Komarudin mengatakan Partai Golkar mengambil langkah tepat dengan memberikan dukungan pada Prabowo Subianto. 

Bersama Prabowo yang mempunyai irisan sejarah, Partai Golkar bisa mengeluarkan semua kekuatan yang dimiliki baik untuk memenangkan Pemilu legislatif maupun Pilpres 2024. 

Baca Juga  Airlangga, Prabowo dan ARB Kembali Bertemu, Golkar: Bangun Koalisi Besar

Hal serupa tidak akan terjadi jika Partai Golkar bergabung dengan PDI Perjuangan mengusung Ganjar Pranowo atau Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan. 

“Jika mendukung Ganjar Pranowo, Partai Golkar akan terkunci dan tersandera. Tak akan mendapatkan efek elektoral, sebab efek elektoralnya akan didapatkan oleh PDI Perjuangan,” ujar Ujang Komarudin, pada media. 

Bersama dengan Prabowo, Partai Golkar bisa bermanuver dan berkembangan khususnya pada Pemilihan Legislatif, apalagi banyak caleg-caleg potensial yang diusung. 

“Jika Golkar ingin maju dan besar lagi dan menjadi partai yang menang atau nomor dua tiga besar, maka pilihannya adalah mendukung Prabowo,” ujar dia.

Koalisi Ideologi Tengah 

Menurut Ujang, komposisi partai pengusung Prabowo sangat lengkap. Partai Golkar dan Gerindra merepresentasikan golongan nasionalis, sedangkan PKB dan PAN membawa golongan Islam.

“PKB dan unsur NU dan PAN dari unsur Muhammadiyah. Ini kan jalan tengah, PKB itu partai yang moderat. PAN juga sama, akar rumput Muhammadiyah jalan tengah juga,” ujar dia. 

Jadi menurut Ujang, koalisi yang mengusung Prabowo Subianto adalah koalisi nasionalis Islam yang ada di tengah tengah, yang tidak ke kanan dan tidak ke kiri. 

“Ini tentu bagus buat kepentingan bangsa dari sisi ideologi. Ini jadi kekuatan sendiri bagi Pak Prabowo yang didukung koalisi partai nasionalis dan islam yang ada di jalur tengah, untuk kebaikan bangsa,” ujar dia.

banner 325x300