HeadlineInternasional

Elon Musk Sampaikan Akan Mundur Sebagai CEO Twitter

254
×

Elon Musk Sampaikan Akan Mundur Sebagai CEO Twitter

Share this article
BBEEAECAFECDACCD
BBEE9A19-ECA1-44F4-9276-E9CD9ACC9D71

York – Sebanyak 57,5% atau sekitar 17 juta pengguna Twitter memilih Elon Musk untuk mundur dari jabatannya sebagi CEO Twitter. Tidak hanya pengguna Twitter anonim yang menginginkan Elon Musk untuk mundur. Banyak Investor luar yang meminta Musk untuk tidak terlalu fokus pada Twitter melainkan lebih fokus kepada Tesla.

Salah satu yang melatar belakangi ini adalah banyaknya drama di Twitter menjadi salah satu alasan teralihkannya Musk dari bisnis utamanya yang labih menguntungkan di Tesla, dan karena ini juga harga saham Tesla menjadi turun drastis dalam beberapa minggu terakhir.

Hasil polling(polls) yang dilakukan di Twitter itu meminta Musk untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai kepala perusahaan di Twitter. Namun, Musk tampak tidak mau menerima hasil tersebut. Padahal Musk telah lama mengatakan bahwa dia ingin mundur sebagai CEO Twitter.

Fitur Polling(polls) di twitter ini menunjukan keterikatan Musk yang pada akhirnya membahayakan reputasi dan kesuksesan bisnisnya. Ini juga membutkitkan bahwa Musk tampaknya tidak dapat menerima kritik, mulai dari memperdebatkan presentase orang-orang yang mengejeknya diacara komedi hingga memecat karyawan yang mengeritiknya, dan sekarang mengabaikan legitimasi para pengguna twitter yang memilihnya untuk keluar dari perusahaan yang baru dibelinya.

Baca Juga  Puncak HUT ke-59 Golkar: Airlangga Hartarto Pastikan Mesin Golkar Siap Lanjutkan Pembangunan

Musk kembali membuka Twitternya dan memberikan pertanyaan tentang, apakah hasil polling(polls) yang sebelumnya dilakukan itu sah atau tidak. Salah satu pengguna twitter menyatakan bahwa polling tersebut disalahgunakan oleh pasukan bot. Musk pun membalas tweet salah satu pengguna itu dengan menjelaskan bahwa hanya pengguna Twitter Blue (pelanggan berbayar) yang bisa ikut serta polling(polls) itu.

Fitur polling(polls) menjadi salah satu fitur yang paling diminati dalam kepemimpinan Musk untuk membuat keputusan besar di Twitter. Salah satu contohnya, ketika Musk mencoba untuk menyurvei para pengguna, apakah Twitter harus mengaktifkan kembali akun Twitter mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atau tidak. Dalam kasus ini, Musk mendapat respon cepat yang mendukung kembalinya akun Twitter Donald Trump.

Pada hari Selasa (20/12/22), Musk membalas tweet salah satu akun riset @Harris_X_, yang telah melakukan polling(polls) nya sendiri. Dan hasilnya diluar dugaan, sebanyak 61% pengguna Twitter ingin Musk tetap menjadi CEO Twitter.

Kenyataanya, Musk sendiri mempermasalahkan validitas fitur polling(polls) tersebut sejak lama. Tetapi dia tetap menggunakan hasil polling tersebut sebagai acuan apakah dia tetap menjadi CEO Twitter atau tidak.

Baca Juga  Voxpol Center: Prabowo Berpotensi Gandeng Airlangga di Pilpres 2024

Musk berupaya untuk mencari penggantinya. Musk berharap dapat mengurangi waktunya di Twitter dan mencari orang lain untuk menjalankan Twitter dari waktu ke waktu. Selama masa itu pula, Musk beranggapan bahwa dia tidak menemukan pengganti yang baik. Sesuai dengan tweet nya pada hari Minggu, “Tidak ada yang menginginkan pekerjaan yang benar-benar dapat membuat Twitter tetap hidup. Tidak ada penggantinya,” (“No one wants the job who can actually keep Twitter alive. There is no successor,”).

Akhrinya, lebih dari 40 jam, Elon Musk mengakui hasil polling yang menyerukannya untuk mundur sebagai CEO Twitter. Dalam tweet nya dia berkata “Saya akan mengundurkan diri sebagai CEO segera setelah saya menemukan seseorang yang cukup bodoh untuk menerima pekerjaan itu!” (“I will resign as CEO as soon as I find someone foolish enough to take the job!”). Dia pun menambahkan “Setelah itu, saya hanya akan menjalankan tim perangkat lunak & server.” (“After that, I will just run the software & servers teams.”).

Image credit: Fox Business.

banner 325x300