HeadlinePolitik

LSI Denny JA: Elektabilitas Prabowo – Gibran Tembus 50%, Peluang Besar Menang 1 Putaran

79
×

LSI Denny JA: Elektabilitas Prabowo – Gibran Tembus 50%, Peluang Besar Menang 1 Putaran

Share this article
Capres 2024 Prabowo Subianto dalam kampanye akbar di lapangan Simpanglima Semarang, Jawa Tengah, Minggu (28/1/2024). Foto: IG golkar.indonesia
Kolaborasi Jokowi-Prabowo untuk Kemajuan Bangsa

G24NEWS.TV, JAKARTA — Pasangan kandidat Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka akhirnya melewati elektabilitas 50 persen dalam hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA .

Prabowo – Gibran makin mantap untuk bisa memenangi Pilpres 2024 satu putaran dengan elektabilitas sebesar 50,7 persen dalam survei LSI Denny JA yang digelar pada 16-26 Januari 2024 dengan 1.200 responden.

Hasil survei dibacakan oleh Adjie  Al Farabi, peneliti senior dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang juga sekaligus Direktur Konsultan Cita Indonesia, di Jakarta, Selasa (30/1).

Raihan itu menempatkan Prabowo-Gibran pada posisi teratas dibandingkan dengan pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (22 persen), dan pasangan kandidat nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD (19,7 persen).

Dari total responden yang disurvei, masih ada 6,9 persen yang menyatakan belum memutuskan atau rahasia atau tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan soal pilihan pasangan capres dan cawapres yang akan dipilih jika pilpres dilaksanakan pada saat survei dilakukan.

“Ini untuk  pertama kali pasangan 02 yaitu pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka itu memperoleh angka di atas 50%.

“Jadi melewati the magic number untuk satu putaran yaitu pada angka 50% dengan angka dukungan saat ini  50,7%. Jadi ini adalah data terbaru survei akhir Januari 2024. Di mana pasangan Prabowo Gibran sudah melewati 50%, pada angka 50,7%.”

Baca Juga  Bawaslu Gelar Pelatihan di PPSDM BNN

“Kami coba mengambil [data] dalam tiga bulan terakhir. Kalau kita lihat datanya  pasangan Prabowo-Gibran konsisten  di nomor satu untuk peraih dukungan terbesar. Dari awal November angkanya 40,3%. Kemudian naik pada November akhir 42,9% sempat stagnan atau turun sedikit di 41,2%, tapi naik lagi 43,3%. Kemudian Januari  naik ke 46,6% sekarang di angka 50,7%.”

Kemudian, kata Adjie, pasangan Ganjar-Mahfud  adalah pasangan Capres-Cawapres yang penurunan dukungannya  cukup signifikan. Kalau diukur dari November ke Januari 2024, terlihat pada November awal ini   mengalami penurunan dari bulan sebelumnya karena pada bulan sebelumnya posisi pasangan Ganjar Mahfud itu masih di angka  36-37%.

Tapi, pada awal November, setelah deklarasi pasangan Prabowo-Gibran  pascaputusan MK saat itu  pasangan Ganjar-Mahfud mengalami penurunan dari 36% saat itu turun ke 28,6% dan kita lihat trennya terus mengalami penurunan dari 28,6 persen turun ke 24,9 persen kemudian naik sedikit 26,8 persen turun lagi ke angka 22,9 persen  sempat naik 24,8 persen. Sekarang turun lagi di angka 19,7%.”

Sementara pasangan Anis Baswedan-Muhaimin Iskandar ini tren suaranya tidak terlalu banyak perubahan. Cenderung stabil.

Dilihat pada November awal pada angka 20,3 persen naik pada akhir November 24 persen. Lalu turun sedikit pada angka 23, naik lagi 25 persen turun lagi  ke 22,8.

Baca Juga  Hasil Survei Prediksi Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

Kemudian sekarang di angka 22 persen. Jadi tren elektabilitas Anis  itu di angka kurang lebih 20 sampai 25 persen.

Elektabilitas Anis kalau kita ukur dari November ke Januari 2024 ya. Jadi  kemudian yang belum memutuskan kita lihat angkanya kurang lebih stabil  7,7 persen, 7,4 persen, 7,9 persen, lalu 5,3% dan naik lagi 6,9%.”

“Dengan data ini  kalau dilihat tren naiknya pasangan 02 pasangan Prabowo-Gibran dari Januari awal 46,6% naik ke 50,7% berarti ada peningkatan kurang lebih sekitar 4,1%  dari  Januari awal ke Januari akhir.”

Kalau kita ukur dari Desember akhir 43,3% ke Januari akhir kurang lebih satu bulan rentangnya, maka ada kenaikan kurang lebih sekitar 7%  bagi pasangan Prabowo Gibran.

Tren kenaikan dalam tempo satu bulan akhir Januari 43,3 naik ke 50,7%.

“Kalau  tren kenaikannya bertahan secara konsisten  dari akhir Desember (43,3 persen) naik ke Januari  (46,6 persen) kemudian naik lagi  50,7 persen, minimal kenaikannya konsisten empat sampai 5%,  maka kita bisa memprediksi, dengan tren kenaikan ini, kalau terjaga dan konsisten, maka  potensi satu putaran sangat terbuka lebar.

“Karena kita membaca tren kenaikannya ya.”

banner 325x300