EkonomiHeadline

Ekonomi Indonesia Kuat, Tapi Harus Waspada Kondisi Global 

276
×

Ekonomi Indonesia Kuat, Tapi Harus Waspada Kondisi Global 

Share this article
Putri Anetta Komarudin
Putri-Anetta-Komarudin

G24NEWS.TV, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR Puteri Anetta Komarudin mengatakan Indonesia saat ini belum mengalami resesi namun para pengusaha sudah merasakan berkurangnya pesanan dari Amerika Serikat dan Eropa.

Resesi menurut Putri secara teknis didefinisikan apabila suatu negara mengalami pertumbuhan PDB minus selama dua kuartal berturut-turut.

“Secara teknis, saat ini kita tidak mengalami resesi. Justru saat ini ekonomi kita masih mampu tumbuh positif di atas 5 persen selama dua kuartal terakhir,” ujar Puteri dalam siaran pers.

Kondisi sebaliknya justru terjadi di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Eropa. Ekonomi zona Eropa pada kuartal III/2022 tercatat tumbuh 2,1 persen, melambat dibandingkan dengan realisasi pada kuartal sebelumnya sebesar 4,3% yoy. Pertumbuhan tersebut jadi yang terendah sejak terakhir kali zona Eropa mengalami kontraksi pada kuartal I-2021 yang minus 0,9%.

Baca Juga  120 Juta Orang Mudik Lebaran, Airlangga Hartarto: Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Karena itu Putri meminta Pemerintah mewaspadai pelemahan ekonomi global. Apalagi, IMF dan World Bank juga memperkirakan situasi ekonomi global tahun depan akan terasa berat, bahkan disebut akan terasa gelap.

IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global turun menjadi 2,7 persen, sedangkan World Bank lebih rendah lagi yaitu 0,5 persen.

Situasi ini, menurut Putri akan berdampak pada ekonomi domestik karena sejumlah daerah tujuan ekspor Indonesia ada di zona yang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga  Arab Saudi - Iran Sepakat Pulihkan Hubungan Diplomatik, Apa Ini Kekalahan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah? 

Sejumlah pengusaha di Indonesia terutama yang bergerak di industri tekstil dan garmen sudah mengalami kelesuan usaha, akibat situasi global ini.

Para pengusaha merasa kondisi perekonomian seperti sudah terjadi resesi di tanah air.

“Ini ditandai dengan berkurangnya pesanan (order) dan sebagian sudah merumahkan, bahkan melakukan Pemutusan Hubungan Karyawan (PHK),” ujar dia.

“Berbagai kombinasi tantangan inilah yang kemudian memicu risiko pelemahan ekonomi global. Sehingga patut kita antisipasi dan waspadai terhadap kinerja ekonomi domestik,” ujar Puteri.

banner 325x300