EkonomiInternasional

Ekonomi ASEAN+3 Diproyeksi Membaik Setelah China Pulih 

247
×

Ekonomi ASEAN+3 Diproyeksi Membaik Setelah China Pulih 

Share this article
Ilustrasi pelabuhan perdagangan internasional. Foto: Ist
Ilustrasi pelabuhan perdagangan internasional. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA – Lembaga Riset Asean+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi kawasan Asean+3 yang disebutnya terpengaruh karena kondisi global namun tertolong oleh pulihnya China.

Menurut AMRO, ASEAN+3 yang terdiri dari negara-negara blok Asia Tenggara plus China, Jepang, dan Korea Selatan akan mengalami pertumbuhan ekonomi hingga 4,3 persen tahun ini, dari perkiraan sebelumnya hanya 3,7 persen.

Sedangkan inflasi di kawasan diperkirakan turun menjadi 4,5 persen pada 2023, padahal sebelumnya diproyeksikan akan mengalami lonjakan 6,3 persen tahun lalu.

“Ekonomi China yang lebih kuat akan memberikan dukungan untuk aktivitas regional sementara pembukaan kembali perbatasan akan meningkatkan pariwisata intra regional.” kata Kepala Ekonom AMRO Hoe Ee Khor, Selasa (17/1) dalam siaran pers.

Baca Juga  Wamendag Pastikan Perlindungan Masyarakat dalam Transaksi Kripto

ASEAN+3 akan tetap mengalami hambatan pada aktivitas ekonomi dari pengetatan kebijakan moneter yang agresif di Amerika Serikat (AS) dan kawasan euro akan lebih banyak tahun ini, akibatnya kawasan ini akan mengalami penurunan ekspor.

“Dengan risiko resesi yang masih menghantui AS dan Eropa, pembukaan kembali ekonomi China tidak bisa datang pada waktu yang lebih baik untuk kawasan ini,” lanjutnya.

Baca Juga  Kata Pak Harto Soal Ekonomi: Indonesia Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara, Ini Buktinya

Laju Inflasi mulai melanda di kawasan ini, menyusul pengetatan kebijakan yang berkelanjutan oleh bank sentral dan turunnya hambatan rantai pasokan global.

Menurut dia harga minyak telah kembali ke level sebelum pandemi yang mencerminkan permintaan global yang lebih lemah.

Tak hanya itu, harga komoditas pertanian utama telah turun dari puncaknya pada 2022, meskipun masih cukup tinggi akibat dampak perang berkepanjangan Rusia-Ukraina.

Meski demikian, sektor pariwisata terutama kembalinya wisatawan China akan memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan.

 

 

banner 325x300