HeadlineNasional

Dukungan Pemilih Kritis ke Partai Golkar Naik

268
×

Dukungan Pemilih Kritis ke Partai Golkar Naik

Share this article
Bendera Partai Golkar
Bendera Partai Golkar

G24NEWS.TV, JAKARTA – Saiful Mujani Research Centre (SMRC) menyatakan bahwa berdasarkan survei, dukungan pemilih kritis terhadap pada Partai Golkar mengalami kenaikan.

Berdasarkan survei yang dirilis SMRC, kenaikan pemilih kritis pada Partai Golkar naik dari 5,1% menjadi 8,7%.

Sedangkan, survei itu mengungkapkan jika dalam jangka yang panjang, April 2020 – April 2023, dukungan pemilih
kritis kepada PDIP menurun dari 23,1% menjadi 16,1%.

Sementara itu dukungan untuk partai-partai lain tidak mengalami perubahan yang signifikan (perubahan di bawah 3%).

Namun demikian, proporsi dukungan pada partai dibanding hasil pemilu 2019 terlihat tidak banyak berubah.

Jumlah pemilih kritis sekitar 80% dari total populasi pemilih, dan cenderung berada di lapisan lebih atas.

Baca Juga  Jusuf Kalla Dorong Masjid Ikut Sejahterakan Masyarakat  

Survei dilakukan melalui survei nasional lewat telepon yang diupdate terakhir pada 18-19 April  2023.

Target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki
telepon/cellphone, sekitar 80% dari total populasi nasional.

Survei itu juga menyebutkan jika pemilu diadakan ketika survei terakhir dilakukan pada 18-19 April 2023, PDIP mendapat dukungan terbesar di kelompok pemilih kritis,  16,1%, disusul Gerindra 11,7%, Golkar 8.7%, PKB 6.1%, Demokrat
5.1%, Nasdem 4.9%, PKS 4.4%.

Partai-partai lain di bawah 4%, dan masih ada 31.2% warga belum menentukan pilihan.

Baca Juga  Bupati Purwakarta Ajak Golkar Bersinergi Percepat Pembangunan Daerah

Setiap partai masih berpeluang menaikkan suara karena masih sangat banyak pemilih kritis yang belum menentukan pilihan (31,2%).

Survei itu juga mengungkapkan sejumlah partai cenderung di pemilih lapisan bawah, terutama Golkar dan PDIP.

Sedangkan berdasarkan gender PDIP dan Gerindra relatif lebih kuat pada pemilih laki-laki (dibanding perempuan), sementara Golkar relatif lebih kuat pada pemilih perempuan (dibanding laki-laki).

Golkar juga relatif lebih kuat pada pemilih yang berusia lebih tua, sementara Gerindra dan Demokrat relatif lebih kuat pada pemilih berusia lebih muda.

Jika berdasarkan etnis, Golkar unggul pada pemilih beretnis Bugis (22%).

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300