G24NEWS.TV, JAKARTA – Dari pengurus atau perwakilan PSSI dua orang lulus sebagai FIFA Guardians, yaitu Aldi Iqbal Tawakal dan Muhammad Rahmawan.
Petugas Safeguarding dipilih dari berbagai asosiasi anggota FIFA (Member Associations – MA), konfederasi, pakar global, dan perwakilan berbagai pemangku kepentingan di dunia olahraga yang ama.
Termasuk Komite Olimpiade Internasional (IOC), Dewan Eropa, dan Pusat Olahraga dan Hak Asasi Manusia (CSHR), FIFPRO dan Army of Survivors.
Ada juga juga eks pesepakbola internasional dan wasit FIFA.
Perwakilan PSSI di FIFA Guardianas dinilai sangat penting karena juga akan mendukung penyelenggaraan FIFA U-17 World Cup di Indonesia.
Hal ini karena sangat penting mengaplikasikan program FIFA Safeguarding untuk menjamin keamanan para peserta dan semua pihak yang terlibat dalam turnamen.
Safeguarding Summit
Sebagai bagian dari komitmen FIFA untuk meningkatkan standar safeguarding dalam sepak bola melalui program FIFA Guardians, Safeguarding Summit yang diadakan di Markas FIFA pada tanggal 25 dan 26 Oktober memiliki dua tujuan utama.
Tujuan kedua dari Safeguarding Summit ini adalah untuk berbagi praktik-praktik terbaik dan pembelajaran yang diperoleh dari Safeguardians.
FIFA Safeguarding Summit yang pertama diadakan di Markas FIFA pada tanggal 25-26 Oktober 2023. Lebih dari 100 FIFA Learner dari 70 Asosiasi Anggota lulus dari FIFA Safeguarding in Sport Diploma.
Termasuk Anggota Dewan FIFA Johanna Wood. Summit mempertemukan sekelompok besar pemangku kepentingan sepak bola di dunia olahraga yang aman.
Yang pertama adalah upacara wisuda bagi lebih dari seratus FIFA Learner dari 70 Asosiasi Anggota, enam asosiasi regional dan dua konfederasi yang telah berhasil menyelesaikan FIFA Guardians Safeguarding in Sport Diploma.
Lulusan termasuk Anggota Dewan FIFA dan Presiden Sepak Bola Selandia Baru, Johanna Wood yang dalam pidato singkatnya menekankan bagaimana kelompok ini harus terus memberikan dukungan yang sangat berharga satu sama lain ke depan, serta mendukung anggota komunitas sepak bola masing-masing.
Marie-Laure Lemineur, FIFA Head of Safeguarding & Child Protection, mengakhiri dua hari tersebut, mengingatkan para peserta bahwa perubahan sistemik tidak akan terjadi dalam semalam.
“Safeguarding itu maraton, bukan lari cepat,” jelasnya, seperti dilansir dari keterangan PSSI, Rabu (1/11/2023).
Email: Nyomanadikusuma@G24 News
Editor: Lala Lala