Ekonomi

DPR Soroti Harga Kendaraan Listrik Masih Mahal

251
×

DPR Soroti Harga Kendaraan Listrik Masih Mahal

Share this article
DyahRoroEsti
Dyah-Roro-Esti-2

G24NEWS.TV, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dyah Roro Esti mengatakan pemerintah harus mengatasi hambatan-hambatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Menurut dia pengembangan kendaraan listrik di Indonesia masih menemui berbagai tantangan, seperti harga yang tidak kompetitif dibanding dengan kendaraan konvensional.

Jika Indonesia sudah bisa memproduksi baterai di dalam negeri, maka kendaraan listrik bisa lebih populer.

“Dari segi harga, selama ini kita impor (baterai) kendaraan listrik, ini bisa menjadi kesempatan buat Indonesia untuk berdaya saing di segi produksi baterai agar secara harga bisa lebih kompetitif” ujar Roro dalam siaran pers.

Baca Juga  Inovasi dan Teknologi Menjadi Pendorong Utama Transformasi Industri Pangan

Masalah harga ini menurut dia membuat permintaan produk ini masih terbatas, padahal kendaraan listrik bisa mengurangi emisi karbon, khususnya di sektor transportasi.

Namun langkah Kementerian Perindustrian yang sudah bisa merealisasikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga lebih dari 40 persen patut diapresiasi, ujar Roro.

Roro mengaku, hal tersebut sudah disampaikan pada Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita beserta jajaran di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta, Rabu (7/12/2022) lalu.

Selain itu Roro juga mengingatkan pentingya infrastruktur pendukung kendaraan listrik, salah satunya adalah charging station.

Baca Juga  Pendaftaran Kartu Prakerja 2023 Kapan Buka? Ini Kata Menko Airlangga Hartarto

“Saya sudah sampaikan ke Dirut Pertamina, apakah memungkinkan untuk mensinkronkan dengan SPBU yang existing, kita tambahkan charging station didalamnya.

“Kita berharap sekali bahwasannya industri ini bisa semakin berkembang. Karena kita lihat penyelenggaraan G20 sangat sukses dengan charging station (di lokasi G20) itu lebih dari 50, ujar dia.

Dyah Roro menilai, keberhasilan penggunaan kendaraan listrik pada KTT G20 bisa menjadi role model daerah lain mengenai pengembangan kendaraan listrik. Untuk itu, pemerintah terutama Kementerian Perindustrian harus lebih kreatif mengembangkan infrastruktur pendukung.

 

banner 325x300