Denny Indrayana Prediksi MK Akan Kabulkan Permohonan Turunkan Batas Usia Capres dan Cawapres

56
×

Denny Indrayana Prediksi MK Akan Kabulkan Permohonan Turunkan Batas Usia Capres dan Cawapres

Share this article
Aktivis dan advokat Denny Indrayana. Foto: dennyindrayana99
Aktivis dan advokat Denny Indrayana. Foto: dennyindrayana99

G24NEWS.TV, JAKARTA – Advokat dan politisi dari Partai Demokrat Denny Indrayana memprediksi Mahkamah Konstitusi (MK) akan mengabulkan permohonan uji materiil batas usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden dalam Undang Undang Pemilihan Umum (Pemilu).

Dia mengatakan MK bisa saja mengabulkan syarat umur menjadi 35 tahun atau syarat umur tetap 40 tahun, tetapi dibuka kesempatan bagi yang telah berpengalaman sebagai kepala daerah.

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia periode 2011 – 2014 itu juga memperkirakan dari 9 hakim di MK, sebanyak 5 hakim akan menyetujui gugatan itu.

Hal ini, jelasnya, sama dengan putusan perpanjangan masa jabatan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan gugatan UU Cipta Kerja.

“Lima setuju mengabulkan, dan empat menyampaikan pendapat berbeda, alias memberikan dissenting opinion atau menolak permohonan,” ujar Caleg dari Partai Demokrat itu, dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Baca Juga  UU Pemilu Jadi Pedoman Penting

Denny mengatakan baginya tidak sulit memprediksi putusan MK berdasarkan kecenderungan putusan-putusan sebelumnya dan posisi politik para hakim konstitusi.

Hakim Konstitusi Saldi Isra

Hakim konstitusi Saldi Isra dan hakim konstitusi Suhartoyo, diperkirakannya akan menyatakan pendapat berbeda (dissenting opinion).

Dari pengamatan Denny, kedua hakim ini  sejak lama sudah sejalan. Hanya mereka berdua yang punya pendapat berbeda dalam gugatan soal syarat ambang batas pencalonan presiden.

Selain itu, hakim konstitusi Enny Nurbaningsih dan hakim konstitusi Arief Hidayat juga dinilai bisa pada posisi berbeda pendapat.

Sementara itu, hakim konstitusi Wahiddudin Adams yang akan pensiun pada Januari 2024 disebut bisa membuat putusan dengan lebih bebas.

Baca Juga  Proses Hukum Dugaan Penyebaran Hoaks Oleh Denny Indrayana Berlanjut

Namun, ujarnya, putusan ini bisa juga dalam posisi imbang antara yang mengabulkan dan menolak permohonan, yaitu 4 banding 4.

Sedangkan, Denny Indrayana enambahkan penentu putusan ini adalah Ketua MK Anwar Usman yang juga merupakan ipar Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Yang menjadi penentu putusan menurut Pasal 45 ayat (8) UU MK adalah di mana posisi Ketua MK Anwar Usman, ipar Presiden Jokowi”.

“Saya memprediksi bahwa Anwar Usman ada pada posisi mengabulkan permohonan, alias memberikan kesempatan kepada Gibran Rakabuming Raka menjadi kontestan pada Pilpres 2024,” jelasnya.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300