EkonomiHeadline

Catatan Akhir Tahun: Anggota DPR Minta Pemerintah Percepat Transformasi Struktural

240
×

Catatan Akhir Tahun: Anggota DPR Minta Pemerintah Percepat Transformasi Struktural

Share this article
Anggota Fraksi Golkar Mukhtarudin
Anggota Fraksi Golkar Mukhtarudin

G24NEWS.TV, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Mukhtarudin mendukung pemerintah mempercepat transformasi struktural ekonomi dari berbasis agraris menjadi industri dan sektor jasa.

“Kebijakan pemerintah diarahkan pada peningkatan produktivitas dan daya saing manufaktur ekspor, serta penguatan industri hulu yang strategis,” ujar Mukhtarudin catatan akhir tahun dikutip Sabtu (31/12).

Menurut Mukhtarudin kebijakan yang bisa mendorong percepatan transformasi struktural adalah pemberian insentif pajak untuk mendorong pengembangan vokasi di Indonesia, agar negara dapat terus mencetak SDM dengan daya saing yang kompetitif.

Menurut dia persoalan SDM yang belum kompetitif dapat menghambat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Terlebih jika ditambah dengan infrastuktur yang terbatas hingga kebijakan fiskal yang tidak mendukung.

Menurut dia, perekonomian pada 2022 relatif baik karena surplus perdagangan yang hingga Oktober mencatat surplus USD5,67 miliar.

Baca Juga  Daftar Pemilih Sementara Pemilu 2024 Lebih 205 Juta Orang

Pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2022 juga tampak impresif; mencapai 5,01 persen per kuartal I, naik menjadi 5,44 persen per kuartal II, dan kembali meningkat 5,72 persen per kuartal III.

“Kendati kuartal IV diproyeksikan mengalami moderasi atau pelambatan, namun secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi tahun 2022 amat prospektif dan mengisyaratkan optimisme,” ujar dia.

Pencapaian Global

Menurut Mukhtarudin Indonesia juga berhasil membangun sejumlah komitmen global pada sejumlah isu strategis. Indonesia berhasil mempromosikan rumusan penyelesaian ketegangan geo-politik dan konflik global dengan mengedepankan dialog, diplomasi, dan cara-cara damai.

Dalam forum G20 Indonesia juga berhasil memimpin negara-negara penting di dunia untuk menanggulangi krisis pangan, serta membantu negara-negara miskin yang rentan menghadapi krisis dalam bentuk resilience and sustainability trust senilai USD81,6 miliar. Forum G20 di Bali juga melahirkan kesepakatan pemulihan kesehatan global dengan pengumpulan dana USD1,5 miliar untuk penanganan pandemi.

Baca Juga  MK Putuskan Sistem Pemilu 2024 Tetap Terbuka

Kesepakatan lain yang juga sangat penting dan strategis adalah langkah bersama menanggulangi aneka persoalan akibat perubahan iklim dan masalah lingkungan hidup.  Pada aspek mekanisme transisi energi, Indonesia memperoleh komitmen senilai USD20 miliar.

Dari perspektif ekonomi domestik, gelaran G20 juga memberi kontribusi signifikan terhadap PDB yang nilainya Rp7,4 triliun. Forum ini juga mendorong konsumsi domestik sampai Rp1,7 triliun, dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja karena terbukanya ratusan lapangan pekerjaan baru, serta mendorong investasi UMKM.

“Pencapaian Indonesia sepanjang 2022 patut disyukuri oleh semua elemen masyarakat. Sikap bersyukur itu setidaknya sudah tercermin pada tingginya tingkat kepuasan masyarakat atas kerja pemerintah,” ungkap Mukhtarudin.

 

banner 325x300