Nasional

BNPB Serahkan Bantuan Penanganan Darurat Banjir di Demak

107
×

BNPB Serahkan Bantuan Penanganan Darurat Banjir di Demak

Share this article
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati yang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan berupa pangan dan non-pangan di Pendopo Bupati Demak pada Kamis (8/2). (Kedeputian Bidang Sistem dan Strategi BNPB)
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati yang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan berupa pangan dan non-pangan di Pendopo Bupati Demak pada Kamis (8/2). (Kedeputian Bidang Sistem dan Strategi BNPB)

G24NEWS.TV, JAKARTA – BNPB memberikan bantuan dalam penanganan darurat bencana banjir di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (8/2/2024). Dukungan tersebut diserahkan secara simbolis kepada pemerintah daerah setempat.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati yang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan berupa pangan dan non-pangan di Pendopo Bupati Dema

Bantuan dana siap pakai (DSP) sebesar Rp250 juta diperuntukkan untuk operasional dan dukungan penanganan darurat.

Selain itu, BNPB juga memberikan bantuan pangan berupa sembako 300 paket, makanan siap saji 300 buah dan biskuit protein 300 buah dan non-pangan berupa selimut 300 buah, matras 300, hygiene kit 300 paket, pompa alkon 5 unit, perahu karet 1 dan tenda pengungsi 1.

“Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E. menerima secara simbolis bantuan dari BNPB. Pemerintah daerah menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut,” ujar Raditya, dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga  Banjir dan Arus Deras Rusak Rumah dan Lahan Warga Demak Jawa Tengah

Kunjungan Deputi Bidang Sistem dan Strategi tersebut mewakili Kepala BNPB untuk memberikan bantuan terhadap bencana banjir di wilayah masih terdampak banjir tersebut.

Saat berada di pendopo, pejabat daerah lainnya, Sekretaris Kabupaten, Asisten 1 dan 2, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak dan Dandim setempat menyaksikan penyerahan bantuan.

Sekretaris Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto menyampaikan, kondisi banjir di wilayahnya melanda 25 desa yang berada di 7 kecamatan.

“Update per 8 Februari pukul 11.00 WIB masyarakat terdampak mencapai 14.430 KK,” ujarnya.

Sugiharto menambahkan, banjir disebabkan karena banyaknya kiriman air dari hulu yang menyebabkan tanggul Sungai Cabean, Sungai Tuntang, dan Sungai Wulan jebol.

“Sejumlah sungai meluap sehingga menggenangi area permukiman dan juga persawahan,” imbuhnya.

Risiko Bencana

Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB berpendapat, kajian risiko bencana dan rencana penanggulangan bencana daerah sangat dibutuhkan dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Baca Juga  BNPB: Fenomena Dust Devil Bukan Faktor Penyebab Kebakaran di Gunung Bromo

“Hal tersebut bisa digunakan sebagai acuan dalam perencanaan dan penganggaran kegiatan untuk terutama upaya mitigasi,” kata Raditya.

Raditya menambahkan berbagai upaya dapat dilakukan pemerintah daerah, seperti pengelolaan daerah aliran sungai dan berkoordinasi dengan BBWS.

Menyikapi bencana di wilayah Demak, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, dan tim untuk membantu memasang geo-box di sejumlah tanggul yang jebol.

Dalam 1 tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Demak sebetulnya sudah berkoordinasi dengan BBWS untuk perawatan Sungai. Namin ini membutuhkan anggaran sangat besar.

“Normalisasi dilakukan belum menyeluruh dan sebagian tanggul sebagian sudah diperkuat oleh Dinas PUPR,” ujar Raditya.

Email: Dharmosastronegoro@G24 News
Editor: Lala Lala

banner 325x300