EkonomiHeadline

BI Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan jadi 5,50%

256
×

BI Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan jadi 5,50%

Share this article
perry lagi
perry-lagi

G24NEWS.TV, JAKARTA – Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 point menjadi 5,50 persen yang disebut sebagai langkah untuk mengendalikan inflasi sehingga terjaga pada kisaran 3 persen.

“Rapat Dewan Gubernur memutuskan menaikkan suku bunga BI 7 days reverse repo rate sebesar 25 basis point,”ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (22/12).

Sementara untuk suku bunga Deposit Facility juga naik sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen.

Dengan demikian, BI sudah menaikkan suku bunga sebesar 175 point hanya dalam waktu empat bulan. Rinciannya pada Agustus sebesar 25 point, kemudian 50 bps pada September, 50 bps pada Oktober, dan 50 bps pada November.

Kenaikan ini menjadi aksi paling agresif Bank Indonesia sejak 2005.

Baca Juga  Hari Perbankan Indonesia, Diperingati Setiap 5 Juli

Kebijakan ini menurut BI ini adalah langkah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak menguatnya dolar Amerika Serikat hingga ketidakpastian pasar keuangan global.

Tahun depan, kata BI dalam siaran persnya, kebijakan moneter akan tetap difokuskan untuk menjaga stabilitas, sementara kebijakan makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta program ekonomi dan keuangan inklusif dan hijau terus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan.

Ketidakpastian Kondisi Ekonomi Global

Menurut BI, kondisi perekonomian global masih dilingkupi dengan ketidakpastian dengan pertumbuhan yang lambat.

Ada beberapa yang mempunyai risiko tinggi resesi seperti Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa.

“Perlambatan ekonomi global dipengaruhi fragmentasi ekonomi, perdagangan dan investasi akibat ketegangan politik yang berlanjut serta dampak pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju,” ujar BI dalam siarannya.

Baca Juga  Referensi Tempat Tukar Uang Baru di Jakarta Menjelang Lebaran 2023

BI memperkirakan ekonomi dunia tumbuh sebesar 3,0% pada 2022 dan menurun menjadi 2,6% pada 2023. Sementara itu, tekanan inflasi masih tinggi, meskipun mulai melandai, dipengaruhi berlanjutnya gangguan rantai pasokan dan ketatnya pasar tenaga kerja terutama di AS dan Eropa.

Pertumbuhan Ekonomi Domestik Terjaga

Sementara untuk pertumbuhan kondisi domestik tetap terjaga ditopang daya beli masyarakat dan keyakinan pelaku ekonomi yang tetap terjaga.

Sementara itu, kinerja ekspor diperkirakan tetap kuat, khususnya didorong ekspor batu bara, CPO, besi dan baja, serta ekspor jasa, seiring permintaan beberapa mitra dagang utama yang masih kuat  serta dampak positif kebijakan yang ditempuh Pemerintah.

 

banner 325x300