EkonomiHeadline

Berkah Pemilu 2024, Ekonom: Tahun Politik akan Tingkatkan Konsumsi Rumah Tangga  

258
×

Berkah Pemilu 2024, Ekonom: Tahun Politik akan Tingkatkan Konsumsi Rumah Tangga  

Share this article
Bendera Partai Golkar
Bendera Partai Golkar

G24NEW.TV, JAKARTA – Tahun politik jelang Pemilu 2024 akan memicu konsumsi rumah tangga yang pada gilirannya berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, ujar ekonomi senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani. 

Menurut dia, pada tahun politik belanja banyak dilakukan oleh partai, sehingga paling tidak ada peningkatan konsumsi dari partai politik maupun calon-calon anggota legislatif baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.  

“Peningkatan konsumsi ditopang oleh pembiayaan yang dikeluarkan oleh para partai politik dan calon-calon pemimpin rakyat yang mengikuti Pemilihan Umum 2024,” ujar dia dikutip dari Antaranews, Kamis (2/3). 

Kenaikan konsumsi sektor politik menurut dia akan mulai terasa pada 2023 ini. Karena jelang Pemilu 2024 partai politik dan para kandidat pemimpin melakukan berbagai persiapan menghadapi hari pemungutan suara, termasuk kampanye.

Menurut Aviliani dalam dua kali periode pemilu terakhir, pertumbuhan ekonomi nasional dalam kondisi baik, yakni 5,01 persen pada 2014 dan 5,02 persen pada 2019. “Masyarakat kita itu cenderung sudah jauh lebih dewasa karena pemilu itu dianggap sesuatu yang biasa,” ujarnya.

Baca Juga  Indef: Kemenangan Prabowo-Gibran Satu Putaran Dapat Gairahkan Investasi di Indonesia

Perlu Keberlanjutan Kebijakan 

Hal penting lain yang perlu diperhatikan dalam tahun politik adalah  adalah memastikan kebijakan pemerintah berkesinambungan dari rezim ke rezim, sehingga mendukung investor untuk berinvestasi.

“Investor biasanya takut investasi, karena mereka menganggap kalau sudah mulai ganti presiden policy-nya juga berubah. Ini memang perlu penguatan dalam Bappenas kita,” ujarnya.

Dia menuturkan program-program yang ada di pemerintahan sebelumnya seharusnya dapat dilanjutkan di pemerintahan selanjutnya dengan pemimpin baru sehingga memberikan kepastian bagi investor.

“Jadi harusnya visi misi itu tidak selalu berbeda setiap presiden tapi bagaimana melanjutkan program-program yang sudah ada. Ini yang mungkin perlu diyakinkan sehingga investasi akan tetap ada,” ujar dia. 

Infografis pertumbuhan ekonomi triwulan 4 tahun 2022. (Sumber: Bank Indonesia)
Infografis pertumbuhan ekonomi triwulan 4 tahun 2022. (Sumber: Bank Indonesia)

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga bisa lebih tinggi dalam tahun politik

Dikutip dari Kontan Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga 2023 bisa lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.  Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tahun ini diprediksi mencapai 5,28 persen, lebih tinggi dibanding 2022 yang hanya 4,91 persen. 

Baca Juga  Dedi Mulyadi: Dana Bagi Hasil Desa Harus Punya Perencanaan Jelas

Menurut dia, sesuai pola musiman, kenaikan konsumsi rumah tangga pada tahun politik biasanya terjadi pada dua kuartal sebelum pelaksanaan Pemilu 2024. Dengan demikian, karena Pileg akan digelar pada Februari 2024 atau kuartal I/2024 maka dampak kenaikan konsumsi rumah tangga akan mulai terasa pada semester II/2023. 

 “Pertanyaannya, mengapa konsumsi solid? Karena ada belanja yang berkaitan dengan pemilu. Pada tahun ini, kita masuk tahun politik.” tutur Leo.  “Pengeluaran partai politik pada satu tahun sebelum pemilu ini naik. Bisa dilihat dari periode-periode sebelumnya yang selalu ada kenaikan setahun dan sebelum pemilu,” tambah Leo. 

 

 

banner 325x300