Nasional

Bareskrim Polri Bantah Kasus Ponpes Al Zaytun Bentuk Kriminalisasi dan Politisasi

152
×

Bareskrim Polri Bantah Kasus Ponpes Al Zaytun Bentuk Kriminalisasi dan Politisasi

Share this article
Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang. Foto: Ist
Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA – Bareskrim Polri membantah bahwa kasus Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun adalah bentuk kriminalisasi atau politisasi terhadap pemimpin Ponpes Panji Gumilang.

Direktur Tipikor dan Siber Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro menegaskan bahwa proses hukum yang dijalankan terhadap Panji Gumilang sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku.

“Kriminalisasi saya rasa jauh dari tuduhan yang disampaikan”.

“Tapi memang betul kalau Bareskrim khususnya reserse itu mengkriminalkan orang, ada aturannya”.

“Selama itu mengikuti aturan berdasarkan aturan yang ada itu dikategorikan kriminalisasi,” kata Djuhandani kepada wartawan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/8/2023).

Baca Juga  Toleransi Beragama dalam Masyarakat, Apa Pentingnya Sih?

Djuhandani juga menyanggah tudingan politisasi atas kasus tersebut.

Menurutnya, seluruh proses hukum yang dijalankan terhadap Panji Gumilang telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Intervensi Politik

Dia mengemukakan penangana kasus itu tanpa ada intervensi politik.

“Tidak ada (politisasi), masyarakat bisa menilai apakah ini kriminalisasi atau bukan, kalau kuasa hukum sah-sah saja menyampaikan,” ucap Djuhandani.

Sebelumnya, pengacara Panji Gumilang, Hendra Effendy menyatakan bahwa kliennya merasa dikriminalisasi dan dipolitisasi atas penetapan tersangka.

Namun, Bareskrim Polri menegaskan bahwa proses hukum yang dijalankan terhadap Panji Gumilang telah mengikuti ketentuan hukum yang berlaku dan dilakukan secara profesional.

Baca Juga  Bareskrim Polri Telah Lengkapi Berkas Perkara Dugaan Penodaan Agama Panji Gumilang

Bareskrim Polri resmi menetapkan Panji Gumilang sebagai tersangka kasus penodaan agama.

Penetapan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik pada Selasa (1/8).

Panji Gumilang kemudian ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskerim Polri dimulai pada Rabu (2/8) pukul 02.00 WIB.

Penahanan dilakukan selama 20 hari hingga 21 Agustus 2023.

Panji Gumilang dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946.

Serta  Pasal 45a ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan/atau Pasal 156a KUHP dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300