Nasional

Banyak Pasal Pidana dalam UU Pemilu, Bisa Jadi Jadi Problematik

245
×

Banyak Pasal Pidana dalam UU Pemilu, Bisa Jadi Jadi Problematik

Share this article
Banyak Pasal Pidana dalam UU Pemilu, Bisa Jadi Jadi Problematik
Banyak Pasal Pidana dalam UU Pemilu, Bisa Jadi Jadi Problematik

G24NEWS.TV, JAKARTA – Anggota Bawaslu Puadi menilai banyaknya pasal pidana dalam Undang- Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 yang bisa multitafsir dan tidak aplikatif, jadi salah satu problematika dalam menangani tindak pidana pemilu.

“Banyaknya norma pidana dalam UU Pemilu, mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan lebih mengutamakan penanganan pidana (premium remedium) sebagai cara menanggulangi ketidakberesan dalam penyelenggaraan pemilu, ” kata Puadi.

Padahal menurutnya, penerapan sanksi administratif dan etik pada kasus-kasus tertentu bisa lebih efektif daripada mengunakan sanksi pidana.

Baca Juga  Bawaslu Daerah Diminta Siapkan Pengelolaan Pengawasan

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu tersebut mencontohkan, ada PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang tidak mengumumkan DPS (daftar pemilih sementara) sesuai Pasal 489 UU Pemilu atau kampanye di luar jadwal yang diatur Pasal 492 UU Pemilu.

“Sanksi pidana seharusnya menjadi langkah terakhir (ultimum remedium) apabila sanksi administratif maupun etik sudah diterapkan, namun perbuatan kembali terulang,” ungkap dia.

Selain itu dia menambahkan, meski banyak pasal pidana dalam UU Pemilu 7/2017, akan tetapi, tren pelanggaran dalam pemilu atau pemilihan (pilkada) selalu berulang.

Baca Juga  Alat Peraga Kampanye Melanggar Aturan Bakal Dicopot

Dirinya mencontohkan pelanggaran tersebut di antaranya politik uang, kepala desa yang tidak netral, atau mencoblos lebih dari sekali.

“Hal ini mengindikasikan bahwa pendekatan pidana kurang efektif,” tegasnya.

Sekadar informasi, acara yang dibuka oleh Menkopolhukam Mahfud MD tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk mengkoordinasikan lembaga penegak hukum dalam penanganan perkara tindak pidana guna mendukung kerja Sentra Gakkumdu baik secara formil maupun materiil.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300