DaerahHeadline

Banjir Longsor di Natuna, 10 Orang Tewas, 1.216 Warga Mengungsi 

223
×

Banjir Longsor di Natuna, 10 Orang Tewas, 1.216 Warga Mengungsi 

Share this article
Ilustrasi bencana longsor yang menimbun rumah warga. Foto: BNPB
Ilustrasi bencana longsor yang menimbun rumah warga. Foto: BNPB

G24NEWS.TV, JAKARTA – Sebanyak 1.216 orang menjadi pengungsi akibat bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, ujar keterangan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna. 

Mereka tersebar di berbagai titik, di Serasan terdapat 219 orang berada di pos pengungsian di Pos Lintas Batas Negara, 215 orang di Pengungsian Puskesmas Serasan, 500 orang di pengungsian Pelimpak dan Masjid Al Furqon, serta 282 orang di SMA Negeri 1 Serasan. 

Sebelumnya pada Senin (6/3) siang terjadi longsor besar menimbun satu kampung di Desa Pangkalan akibat longsoran Gunung Jemenang di Kecamatan Serasan, Pulau Serasan, Kabupaten Natuna. 

Kejadian ini membuat 27 bangunan tertimbun material longsoran, terdiri dari 26 rumah dan 1 surau.  Longsong menyebabkan korban meninggal tercatat sebanyak 10 orang dan 47 orang lain dilaporkan hilang.  Korban dengan luka berat sebanyak satu orang, korban rawat jalan sebanyak tiga orang, korban yang saat ini kritis sebanyak empat orang.

Longsor juga terjadi di Desa Jermalik dan Desa Air Nusa, Kecamatan Serasan Timur. Tidak ada laporan korban jiwa di Serasan Timur, tetapi warga sekitar juga mengungsi ke balai desa setempat.

Baca Juga  Airlangga Hartarto: Partai Koalisi Berhasil Jaga Stabilitas Politik dan Ekonomi Indonesia

Menurut Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna para pengungsi mereka berasal dari tiga kampung di sekitar lokasi tanah longsor di antaranya Kampung Air Raya, Kampung Air Sekain dan warga Desa Pangkalan.  Sementara di pos pengungsian terpusat PLBN terdapat empat orang yang mengalami cedera parah dan empat orang kritis.

Kondisi di wilayah atau Pulau Serasan tersebut masih kesulitan sinyal dan hanya ada di sekolah sekolah serta kantor desa yang masih bisa dioperasikan. Saat ini tim SAR gabungan dan rombongan Bupati Natuna sedang berada di lokasi longsor. 

Status Tanggap Darurat 7 Hari 

Pemerintah Kabupaten Natuna menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari mulai 6 – 12 Maret 2023.

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengirimkan bantuan logistik berupa makanan dan kebutuhan sehari-hari untuk para korban tanah longsor di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna. 

Baca Juga  Adrianus Asia Sidot Sebut Kalbar Butuh Pemerataan Pendidikan

“Bantuan logistik berupa makanan dan keperluan sehari-hari yang bersifat mendesak sudah dikirim ke Natuna, hari ini,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemprov Kepri Hasan di Tanjungpinang. 

Gubernur Ansar yang saat ini sedang bertugas di Jakarta bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, juga akan turun langsung meninjau lokasi kejadian tanah longsor menggunakan pesawat terbang dari bandara Halim Perdana Kusuma sekitar pukul 10.00 WIB.

“Keduanya akan menyerahkan langsung bantuan logistik untuk para korban bencana,” ujar dia.

Adapun bantuan logistik yang dikirim Pemprov Kepri melalui BPBD, yaitu sebanyak 200 paket yang dibutuhkan masyarakat.

Setiap paketnya berisikan mi instan dua dus, sarden lima kaleng, minyak goreng 5 kilogram, gula 2 kilogram, teh dua kotak, susu bubuk dua kotak, peralatan mandi satu paket, peralatan makan satu paket dan peralatan masak satu paket.

 

banner 325x300