Daerah

Bamsoet Dukung Pembangunan Rumah Si Gale Gale di Pulau Samosir

248
×

Bamsoet Dukung Pembangunan Rumah Si Gale Gale di Pulau Samosir

Share this article

G24NEWS.TV, JAKARTA – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendukung rencana pembangunan rumah Si Gale Gale, dan Monument Raja Rumahorbo di Pulau Samosir, Sumatera Utara.

Dia mendorong Kementerian Luar Negeri Indonesia serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bisa ‘memulangkan’ Si Gale Gale perempuan yang saat ini tersimpan di Museum Leiden, Belanda. Bahkan jika perlu, juga didukung Polri melalui kerjasama dengan Interpol.

“Setelah dipulangkan kembali ke Indonesia, Si Gale-Gale perempuan akan bisa bersanding kembali dengan Si Gale-Gale pria yang saat ini disimpan di Museum Wayang, Jakarta. Untuk kemudian keduanya ditempatkan di Rumah Si Gale-Gale yang akan dibangun di Pulau Samosir, Sumatera Utara.

“Selain untuk melestarikan seni dan budaya masyarakat Batak, Rumah Si Gale Gale juga dapat menjadi destinasi objek wisata budaya yang memberikan multiplier effect economy bagi masyarakat sekitar,” ujar Bamsoet.

Baca Juga  AMPG dan KPPG Golkar Kalsel Dilantik Targetkan 30 Persen Suara Milenial

Dalam Pesta Bona Taon Raja Rumahorbo Dohot Boru Se-Jabodetabek Tahun 2023 tersebut juga ditampilkan pertunjukan Si Gale Gale pria yang dikendalikan langsung oleh generasi ketiga Raja Gayus Rumahorbo yang membuat Si Gale-Gale.

Menurut kisah turun temurun di keluarga Raja Rumahorbo, Si Gale Gale dibuat sekitar tahun 1870-an. Sekitar tahun 1937, Si Gale Gale perempuan dibawa oleh pemerintah kolonial ke Belanda.

Sejak saat itu, Si Gale Gale pria ‘kesepian’. “Kisah pembuatan Si Gale Gale sarat nilai sejarah. Si Gale Gale merupakan cerminan Manggale, putera tunggal Raja Rahat yang meninggal dunia di medan perang.

Untuk menghibur sang raja yang sedih, keluarga kerajaan melalui Raja Gayus Rumahorbo membuat patung Si Gale Gale yang bisa menari, untuk menggantikan sosok Manggale.

Baca Juga  Jalan-jalan Sambil Belajar Sejarah, Ayo Ziarah Makam Kehormatan Belanda di Indonesia

Ketika Si Gale Gale dipertunjukan, Raja sangat terhibur, karena ia seperti melihat anaknya sendiri, Manggale yang menari,” jelas Bamsoet.

Dia menerangkan, pengembalian warisan budaya Nusantara yang berada di luar negeri, seperti Si Gale Gale perempuan di Belanda dan berbagai benda bersejarah lainnya di berbagai negara, memiliki makna penting.

Warisan budaya Nusantara tersebut tidak hanya menjadi simbol yang merepresentasikan jatidiri dan kepribadian bangsa, tetapi juga mewariskan suasana kebatinan dan referensi kesejarahan, beserta akar budaya dan nilai-nilai tradisi yang menyertainya.

“Simbolisasi budaya dalam karya nyata menjadi penting, serta harus dijaga dan dipelihara, sebagai referensi yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

 

banner 325x300