Olahraga

Atlet Indonesia Diminta Waspadai Potensi Gelombang Panas Ekstrem Saat Olimpiade

20
×

Atlet Indonesia Diminta Waspadai Potensi Gelombang Panas Ekstrem Saat Olimpiade

Share this article
Gelombang
Ilustrasi suhu panas yang terjadi di Paris/IST

Pengamat Olahraga dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dr. Edi Siregar mengingatkan tim Indonesia berhati-hati. Khususnya saat menghadapi kemungkinan gelombang panas ekstrem saat pelaksanaan Olimpiade Paris 2024.

“Meski Indonesia kaya dengan panasnya matahari, tapi potensi gelombang panas ekstrem saat Olimpiade bisa sangat mengganggu prestasi,” kata dia, di Jakarta, Selasa (05/02/2024).

Hal itu diungkapkannya meresponi kemungkinan terjadinya gelombang panas ekstrem di Paris sekitar akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2024.

“Tim Indonesia, khususnya para atlet, pelatih, dan official, harus mewaspadai peringatan itu,” terang dia.

Studi Npj Climate and Atmospheric Science

Studi dari Npj Climate and Atmospheric Science memprediksi bahwa gelombang panas (heatwave) akan melanda Kota Paris, Prancis. Khususnya saat penyelenggaraan Olimpiade 2024 pada 26 Juli-11 Agustus.

Dikutip dari laporan AFP, Senin, studi tersebut mengamati risiko gelombang panas selama dua pekan. Panasnya akan melampaui rekor suhu panas sepanjang masa yang pernah terjadi di Paris sejak 2003.

“Dalam 20 tahun, iklim telah berubah dan tujuan dari studi ini adalah untuk memperingatkan para pembuat kebijakan. Bahwa sesuatu yang lebih buruk dari 2003 bisa terjadi. Dan hal itu mungkin saja terjadi,” kata penulis utama studi tersebut Pascal Yiou.

Baca Juga  Raih Medali Emas SEA Games 2023, Hetifah Sjaifudian Apresiasi Kemenangan Timnas Sepakbola Indonesia

Sebuah studi terpisah di jurnal Lancet Planet Health pada Mei lalu menemukan bahwa Paris memiliki tingkat kematian. Khususnya terkait suhu panas tertinggi di antara 854 kota di Eropa. Sebagian disebabkan oleh kurangnya ruang hijau dan padatnya populasi.

Serangkaian Musim Panas

Dalam lima tahun terakhir, Paris telah mengalami serangkaian musim panas yang lebih terik dari biasanya. Puncaknya terjadi pada Juli 2019 ketika layanan cuaca Meteo-Prancis mencatat suhu 42,6 derajat Celcius di ibu kota.

Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade 2024 Paris mengatakan mereka sepenuhnya sadar akan risiko terkait iklim terhadap acara akbar mendatang.

“Gelombang panas dan peristiwa cuaca ekstrem adalah faktor-faktor yang kami pertimbangkan dan kami persiapkan semaksimal mungkin untuk mengambil tindakan yang diperlukan,” kata seorang juru bicara penyelenggara kepada AFP.

Baca Juga  Lagi Emosian? Olahraga Obatnya! Simak 10 Manfaat Ini!

Tim operasional telah menjalankan simulasi untuk melihat konsekuensi dari pengalihan beberapa acara di luar ruangan lebih awal atau lebih lambat dari jadwal, demi menghindari cuaca panas di siang hari.

Cabang olahraga atletik, khususnya maraton, serta tenis atau voli pantai, semuanya dipandang rentan terhadap dampak buruk sinar matahari dan suhu tinggi.

Di sisi lain, penanggung jawab pembangunan arena Olimpiade Paris Nicolas Ferrand memastikan bahwa semua fasilitas dalam ruangan dibangun dengan pertimbangan cuaca ekstrem dan dampak dari pemanasan global.

Hal itu melihat Olimpiade 2020 Tokyo yang dianggap sebagai Olimpiade terpanas yang pernah digelar dengan suhu yang selalu di atas 30 Celcius ditambah dengan kelembapan 80 persen.

Penyelenggara Olimpiade Tokyo memindahkan kompetisi jalan cepat dan maraton ke utara Tokyo dengan harapan cuaca di sana lebih sejuk.

 

Editor: Lala Lala/Junita Sianturi

banner 325x300