HeadlineNasional

Apa Benar Nuklir Bisa Jadi Sumber Energi Listrik Tanpa Polusi?

293
×

Apa Benar Nuklir Bisa Jadi Sumber Energi Listrik Tanpa Polusi?

Share this article
airlangga lagi
airlangga-lagi-

G24NEWS.TV, JAKARTA – Negara-negara di dunia masih berusaha keras menciptakan dan menggunakan energi yang paling ramah lingkungan, termasuk nuklir, ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

“Bagi Indonesia nuclear power terutama kita sudah punya tambang uranium di Kalimantan Barat akan membawa menjadi mempunyai teknologi terakhir yang dianggap paling hebat,” ujar dia dalam sebuah pernyataan.

Partai Golkar akan terus mendorong pengembangan energi nuklir yang ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan energi seluruh rakyat Indonesia.

Indonesia memiliki sumber energi yang ramah lingkungan dan beragam, termasuk tenaga nuklir. Potensi ini didorong agar mampu menggunakan energi tanpa polusi di masa depan.

“Kalau Arab Saudi rajanya minyak, maka raja berikutnya adalah Indonesia, rajanya green energi,” kata dia.

“Apalagi PLN juga melakukan transisi energi yang akan membentuk banyak perubahan di sektor ketenagalistrikan yang akan menjadi ujung tombak daripada transisi energi di Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga  Dyah Roro Apresiasi Konser Coldplay yang Ramah Lingkungan

Energi Nuklir dalam RUU EBT 

Indonesia sudah membuka peluang penggunaan energi nuklir tujuan damai dalam skala yang lebih besar melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sedang dibahas oleh pemerintah dan DPR.

Nuklir  untuk tujuan damai adalah sebagai pembangkit tenaga listrik, juntuk menggantikan energi fosil, seperti batu bara dan minyak bumi, yang merusak lingkungan. Indonesia mempunya kebutuhan energi besar namun harus tetap memperhatikan target pengurangan emisi yang signifikan.

Jika terus menggunakan energi fosil seperti batu bara dan minyak bumi yang bersifat terbatas dan polutif, maka tidak bisa mencapai target net-zero emission (NZE) pada 2060.

Dalam draft RUU EBT, disebutkan pada Pasal 9 ayat (1) bahwa sumber energi baru terdiri atas nuklir, hidrogen, gas metana batu bara (coalbed methane), batu bara tercairkan (coal liquefaction) dan batubara tergaskan (coal gasification).

Baca Juga  Menko Airlangga Dukung Investasi Energi Bersih

Penggunaan energi nuklir dibahas pada bagian khusus dengan enam pasal dari total 62 pasal rancangan tersebut, yaitu dari Pasal 10-15. Menurut rancangan ini, nuklir dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik dan dikelola oleh perusahaan listrik milik pemerintah.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga kini mencatat sumber EBT baru berkontribusi 11,2 persen pada bauran energi yang digunakan di Indonesia.

Sumber energi yang mendominasi adalah batu bara sebesar 38 persen, diikuti minyak bumi 31,6 persen dan gas alam 19,2 persen, menurut data ESDM.

 

 

 

 

banner 325x300