Daerah

Anggota Komisi III DPRK Banda Aceh Dorong Pemberdayaan UMKM

382
×

Anggota Komisi III DPRK Banda Aceh Dorong Pemberdayaan UMKM

Share this article
Ilustrasi UMKM
Ilustrasi UMKM

G24NEWS.TV, JAKARTA – Melihat besarnya peran UMKM di masyarakat Anggota Komisi III DPRK Banda Aceh Sabri Badruddin menilai bahwa bisnis mikro ini perlu diberdayakan. Sebab menurut dia UMKM selain mendatangkan pendapatan bagi masyarakat, juga mengurangi angka kemiskinan di suatu daerah.

“Ada sebuah indikator yang diukur di setiap daerah, di setiap negara, tentang kemajuan daerah atau negara itu. Indikatornya menyangkut Human Development Index (IPM),” ujar alumni Universitas Syiah Kuala tersebut.

Beberapa poin yang diukur dalam indikator ini, lanjut Sabri, yakni taraf ekonomi, pendapatan per kapita, hingga angka kemiskinan. Oleh karena itu, sebagai wakil rakyat, Sabri Badruddin sangat fokus pada kemajuan UMKM, khususnya di wilayah Kota Banda Aceh.

Duduk ketiga kalinya di kursi dewan periode 2019-2024 benar-benar ia optimalkan. Selama 12 tahun berkarier di dunia politik, anggota Komisi III DPRK Banda Aceh ini selalu peduli pada program pemberdayaan UMKM. “Sejauh ini, saya setiap tahun masih menerima proposal-proposal usaha dari masyarakat,” ujar Sabri.

Baca Juga  Kota Cirebon, Siap Jadi Pusat Perekonomian Baru di Jawa Barat

Nyaris setiap tahun, Ketua DPD II Partai Golkar Banda Aceh ini selalu memasukkan anggaran untuk program pemberdayaan UMKM dalam usulannya. “Harapannya, mereka bisa meningkatkan taraf hidup, pendapatan per kapita, yang nanti efek dominonya bisa mengurangi angka kemiskinan,” terang Sabri.

“Kalau itu berkurang, maka angka IPM akan meningkat,” sambung mantan Ketua KNPI Banda Aceh itu.

Namun diakui Sabri, hal itu tak bisa langsung memberikan dampak yang signifikan. Sebab, pekerjaan seperti itu juga harus melibatkan pemerintah. Sebagai anggota dewan, dirinya hanya mampu membantu dengan cara memberikan modal usaha kepada para pelaku UMKM.

Baca Juga  Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Berlanjut, Didominasi Letusan dan Gempa Guguran

Sabri menyebutkan, ada banyak jenis permintaan modal usaha yang diajukan. Baik itu dari pemula yang baru mulai merintis usaha, hingga mereka yang sudah memulai, namun butuh modal lebih untuk mengembangkan usahanya.

Sabri juga tak menampik banyak UMKM yang telah ia bantu tapi gagal mempertahankan usahanya. Namun tak sedikit pula dari mereka berhasil mengembangkan bisnisnya.

“Kita sifatnya stimulus, membantu peralatan misalnya. Selebihnya dari dia sendiri. Kemauan dan keseriusan dia mengembangkan,” jelas pria yang berdomisili di Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh tersebut.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News
Editor: Lala Lala

banner 325x300