Politik

Andi Marzuki Wadeng: Isu Munaslub Tak Pengaruhi DPD Golkar Sulawesi Selatan

201
×

Andi Marzuki Wadeng: Isu Munaslub Tak Pengaruhi DPD Golkar Sulawesi Selatan

Share this article
Sekretaris DPD Golkar Sulsel Andi Marzuki Wadeng. Foto: Ist
Sekretaris DPD Golkar Sulsel Andi Marzuki Wadeng. Foto: Ist

G24NEWS.TV, JAKARTA — Sekretaris DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan Andi Marzuki Wadeng pun turut mengatakan tak akan berpengaruh atas seruan Idrus Marham soal kinerja partai.

Dia menilai seharusnya Idrus Marham memberikan motivasi kepada kader Golkar daerah untuk menghadapi Pemilu nanti.

Dari pada mengajak mengganti Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, di tengah upaya yang sedang dilakukan menghadapi Pemilu 2024.

“Seharusnya Pak Idrus Marham sebagai mantan Sekjen Golkar tidak mendorong dan mengajak DPD Provinsi mengganti Ketum Partai Golkar,” ujar Andi Marzuki Wadeng, pekan lalu.

Dia juga meminta agar Idrus tidak ikut campur soal proses hukum yang tengah dihadapi Airlangga Hartarto.

“Tidak perlu ikut-ikut dengan kasus yang menimpa Ketum itu, pasti akan selesai dengan sendirinya,” tegasnya.

Hentikan Wacana Munaslub

Sebelumnya, Dewan Kode Etik Partai Golkar tidak menjatuhkan sanksi kepada anggota Dewan Pakar Partai, yaitu Ridwan Hisjam dan Lawrence Siburian yang menjadi sumber utama wacana munaslub partai beringin.

Baca Juga  Semua Nomor Urut Punya Filosofi

Hal ini diputuskan Dewan Kode Etik setelah melakukan pemanggulan terhadap dua politisi senior Partai Golkar itu pada pekan lalu.

Ketua Dewan Etik Partai Golkar Mohammad Hatta mengaku pemanggilan anggota Dewan Pakar Ridwan Hisjam merupakan rangkaian klarifikasi terkait wacana musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

Ia mengatakan, selain Lawrence Siburian, diduga oknum kader yang menghembuskan wacana munaslub yakni Ridwan Hisjam.

Menurut Hatta, Dewan Etik memiliki kewenangan memeriksa etika seluruh kader partai berlambang pohon beringin.

Ia menegaskan, kewenangan Dewan Etik merupakan mandat dari Forum Musyawarah Nasional (Munas) 2019.

Hatta mengingatkan kepada seluruh kader Partai Golkar agar menjaga etika dalam berperilaku dan membuat statemen di ruang publik.

“Permasalahan-permasalahan internal partai tidak boleh dibawa ke ruang publik”.

Baca Juga  Bambang Soesatyo: Identitas Golkar Tak Bisa Lepas Dari Partai Pembangunan

Dia mengatakan masalah ini adalah persoalan  etika yang menjadi tugas Dewan Etik.

“Bahwa hal-hal yang tidak etis, kita berwenang memanggil mereka, mengundang mereka, menanyakan tujuan mereka,” tutur Hatta dalam keterangan, Selasa (18/7/2023), seperti dilansir dari Suara Karya.

Dewan Etik mengatakan, etika seluruh kader dibutuhkan agar Partai Golkar bisa meraih kemenangan di Pemilu 2024.

Hatta mengaku, saat ini partai berlambang pohon beringin membutuhkan soliditas seluruh kader untuk bersama-sama menyongsong kemenangan Pileg dan Pilpres 2024.

“Kita saat ini sedang berjuang meningkatkan elektabilitas partai”.

“Ini sangat bergantung dari kekompakan seluruh kader partai”.

“Jika kita bergunjing, jika sekarang ini kita rebut internal, tidak akan menguntungkan partai,” tegas Hatta.

Ia juga mengaku Dewan Etik sudah mendapatkan penjelasan dari Ridwan Hisjam terkait wacana munaslub.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

 

banner 325x300