Politik

Airlangga Sebut Kepuasan Publik pada Presiden Tinggi

34
×

Airlangga Sebut Kepuasan Publik pada Presiden Tinggi

Share this article
Airlangga Sebut Kepuasan Publik pada Presiden Tinggi

G24NEWS.TV, JAKARTA –  Airlangga Hartarto. mengatakan tingkat kepuasan publik terhadap Pemerintah Joko Widodo sangat tinggi.

Isu pemakzulan Presiden Joko Widodo mendapat respon Ketua Umum Partai Golkar,

Menurut Airlangga, pemakzulan tidak akan mungkin terjadi, karena berdasar hasil survei, kinerja Kabinet Indonesia Maju juga cukup baik di mata masyarakat.

“Saya tegaskan, hari ini dengan susunan kabinet yang ada, pak presiden didukung lebih dari 80 persen, apalagi ditambah Koalisi Indonsesia Maju. Jadi kami yakin tidak ada pemakzulan,” katanya, di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Rabu malam (17/1).

Menko Perekonomian itu juga memastikan, tidak ada alasan apapun yang bisa dibuat untuk melakukan pemakzulan terhadap Presiden Joko Widodo, terutama kepuasan publik yang tinggi.

“Tidak ada, tidak ada, tidak tercermin apapun, kepercayaan publik juga tinggi, dan kalau kita lihat ke masyarakat, relatif adem,” katanya.

Baca Juga  Dari Sumut, Prabowo Lanjut Kampanye ke Bandung

Selain itu, sambung dia, di parlemen juga tidak ada satupun anggota yang menyinggung soal pemakzulan.

“Sama sekali tidak ada pembahasan di DPR,” tutupnya.

Ir. H. Joko Widodo adalah Presiden ke-7 Republik Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1961, Joko Widodo pertama kali terjun ke pemerintahan sebagai Wali Kota Surakarta (Solo) pada 28 Juli 2005 hingga 1 Oktober 2012.

Selepas itu, Joko Widodo menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 15 Oktober 2012 sebelum terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Saat Pilpres tersebut Joko Widodo terpilih bersama pasangannya, Jusuf Kalla.

Dalam Pilpres 2019, Joko Widodo kembali terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia untuk masa jabatannya yang kedua. Kali ini, Joko Widodo didampingi oleh Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin dan dilantik pada 20 Oktober 2019 untuk masa jabatan 2019 hingga 2024 mendatang.

Baca Juga  Prabowo: Kemenangan di Hadapan Kita, Jangan Lengah dan Sombong

Pembangunan infrastruktur menjadi program prioritas di masa kepemimpinannya yang pertama. Pembangunan yang dilakukan secara merata hingga ke daerah terluar Indonesia ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam sektor ini dibandingkan negara-negara lain.

Program prioritas tersebut dibarengi dengan program berupa bantuan sosial seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), hingga Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu, sejak awal masa jabatannya, Joko Widodo juga mengupayakan reforma agraria dengan salah satunya melakukan percepatan penerbitan sertifikat hak atas tanah untuk mengurangi terjadinya sengketa lahan oleh karena ketiadaan sertifikat.

Di masa jabatannya yang kedua, Joko Widodo mengalihkan fokus pemerintahan pada pembangunan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara-negara lainnya. Adapun program pembangunan infrastruktur masih terus dilanjutkan bersamaan dengan itu.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News

Editor: Lala Lala

banner 325x300