Politik

Airlangga Instruksikan Perubahan Konstelasi Politik di Bali

33
×

Airlangga Instruksikan Perubahan Konstelasi Politik di Bali

Share this article
Prabowo-Gibran Ubah Konstelasi Politik di Bali
Prabowo-Gibran Ubah Konstelasi Politik di Bali

G24NEWS.TV, JAKARTA –  Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto memerintahkan harus ada perubahan konstelasi politik di Bali usai 14 Februari 2024 mendatang.

Dia menginstruksikan seluruh kader partai dan simpatisan memenangkan Partai Golkar dan paslon Prabowo-Gibran di Pemilu 2024.

“Perubahan di Bali artinya Partai Golkar menjadi nomor satu. Saat Partai Golkar menang, maka kepala daerah bisa dari Partai Golkar,” tutur Airlangga saat konsolidasi partai di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (13/1/2024).

Ketum Golkar mengingatkan kepada seluruh kader dan simpatisan, hanya ada dua angka pada 2024. Dua angka yang harus diingat kader dan simpatisan partai berlambang pohon beringin itu yakni angka 2 dan 4.

“(Tahun) 2024 angkanya hanya dua, yaitu 2 dan 4. Dua adalah Prabowo-Gibran, dan 4 adalah Partai Golkar,” tegas Airlangga.

Airlangga yang juga Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran ini menegaskan, seluruh kader dan simpatisan harus mengajak masyarakat untuk memilih angka dua di Pilpres 2024, dan angka 4 di Pileg 2024.

Baca Juga  Bawaslu - UNESCO Tangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian Hadapi Pemilu 2024

“Tugas kita menangkan Prabowo-Gibran dan menangkan Partai Golkar. Kalau kita tidak menang saja DPR RI (di Bali) itu ada 2 kursi. Maka kalau menang wajib 3 kursi DPR RI,” tegas Ketum Golkar.

“Itu baru namanya perubahan. Perubahan dari posisi Partai Golkar menjadi nomor 1, dan Prabowo-Gibran menang sekali putaran. Artinya Prabowo-Gibran harus menang di atas 50 persen dan Golkar di atas 20 persen,” tutur Airlangga menambahkan.

Ketua DPD Golkar Provinsi Bali Sugawa Korry mengatakan, tidak ada jalan lain bagi seluruh kader Golkar untuk menaati instruksi Ketua Umum Airlangga memenangkan Prabowo-Gibran.

Menurutnya, kemenangan Prabowo-Gibran artinya akan terjadi perubahan konstelasi politik di Bali, termasuk di Badung.

“Karena kehadiran Prabowo-Gibran adalah jawaban dari sebuah perubahan. Sejarah mencatat bahwa perubahan itu terjadi setiap 25 sampai 30 tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan, menghitung siklus 25 tahun sejak 1998 berarti tahun 2024 menjadi momentum perubahan konstelasi politik.

“Kalau kita hitung dari 1998 ke 2024, maka 25 tahun sudah di depan mata, artinya perubahan akan segera terjadi, Partai Golkar harus siap menjawabnya,” tegasnya.

Baca Juga  Ketua Golkar Jatim Yakin Gibran Mampu Hadapi Debat Cawapres

Sementara, Ketua DPD II Golkar Badung, Wayan Suyasa mengaku siap memenangkan Golkar dan Prabowo-Gibran di wilayahnya.

Bahkan, Suyasa berkomitmen jika tidak bisa mencapai target pemenangan yang diminta Ketum Golkar Airlangga, dirinya siap dicopot dari posisi ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Badung.

Wakil Ketua DPRD Badung ini punya target kemenangan untuk kursi DPDR Kabupaten Badung.

Suyasa menargetkan daerahnya bisa menyumbangkan 14 kursi di DPRD Badung. Saat ini, jumlah kursi DPRD Golkar di Kabupaten Badung sebanyak 7 kursi.

“Saya jamin, paling jelek naiknya 85 persen di Badung. Sekali lagi, dari 7 (kursi), target 100 persen menjadi 14 (kursi) DPRD. Tapi paling jelek 12. Jika itu tidak tercapai, saya siap turun dari ketua DPD Badung jika tidak 12 Pak (Airlangga),” tegas Suyasa.

Email: DharmaSastronegoro@G24.News

Editor: Lala Lala

banner 325x300