Ekonomi

Airlangga Hartarto: Indonesia Dapat Kontrak Bisnis Rp29,48 T di Hannover Messe 2023

268
×

Airlangga Hartarto: Indonesia Dapat Kontrak Bisnis Rp29,48 T di Hannover Messe 2023

Share this article
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan arah pembangunan Indonesia
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan arah pembangunan Indonesia di Hannover Messe 2023, Jerman, Selasa (18/4/2023). Foto: Kemenko Perekonomian

G24NEWS.TV, JAKARTA – Sejak dibuka tanggal 17 April lalu, Indonesia telah mendapatkan kontrak bisnis setara Rp29,48 triliun di Hannover Messe 2023, Jerman.

Nilai kontrak kerja sama bisnis ditandatangani dalam mata uang asing setara USD1,98 miliar atau EUR1,84 miliar.

Masih ada beberapa hari lagi untuk meningkatkan perolehan komitmen kerja sama bisnis karena pameran akan berakhir tanggal 21 April mendatang.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan total nilai kontrak yang telah diperoleh hingga Selasa (18/4/2023), berasal dari 25 perjanjian.

Jika direalisasikan, tambahnya, Indonesia akan membuka lapangan kerja baru bagi 80.000 orang dari berbagai keahlian dan ketrampilan.

Menko Airlangga juga menjadi Ketua Dewan Pengarah Panitia Nasional Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada Hannover Messe 2023.

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,31%, Paling Tinggi Sejak 2013 

Lebih jauh, dia mengatakan kontrak bisnis itu terdiri dari empat perjanjian Government-to-Business (G-to-B).

“Sebagian besar atau sebanyak 22 perjanjian kerja sama Business-to-Business (B-to-B),” jelas Airlangga.

Indonesia-Jerman Perkuat Kerja Sama Bilateral

Dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu (19/4/2023), Menko Airlangga mengatakan pada kesempatan itu, Indonesia dan Jerman juga membentuk perjanjian bilateral.

Kedua negara membentuk Komite Bersama Indonesia – Jerman Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi (Joint Economic and Investment Committee/JEIC).

Kerja sama ini mencakup 12 sektor, yaitu bidang perdagangan, industri, lingkungan dan energi.

Kemudian, riset dan inovasi, maritim, kesehatan, pariwisata, pelatihan vokasi dan pendidikan, serta pengembangan UMKM.

Kerja sama konkret kedua negara semakin meneguhkan langkah mengatasi kendala supply chain dan berkomitmen membangun iklim investasi.

Baca Juga  Otoritas IKN Jadikan Transportasi Publik Prioritas Pembangunan

Jerman adalah salah satu kontributor Just Energy Transition Partnership (JETP) yang diluncurkan tahun lalu saat Presidensi G20 Indonesia.

Proyak ini merupakan bagian dari Partnership for Global Investment and Infrastructure (PGII) untuk dekarbonisasi energi.

Di pameran itu, Indonesia membuka Paviliun Indonesia pada Hannover Messe di Hall 2 Fairgrounds Kota Hannover dengan tema Infinite Journey.

Menko Airlangga menjelaskan makna tema Infinite Journey adalah perjalanan Indonesia menuju masa depan dengan optimisme.

Paviliun Indonesia diisi oleh 157 peserta pameran di lokasi seluas 3,000 meter persegi. Peserta berasal dari pemerintahan, lembaga pendidikan dan riset, swasta dan BUMN.*

Email: Nyomanadikusuma@G24News
Editor: Lala Lala

banner 325x300