Ekonomi

Airlangga Hartarto: Ekonomi Indonesia Lebih Baik Dari Perekonomian Global

143
×

Airlangga Hartarto: Ekonomi Indonesia Lebih Baik Dari Perekonomian Global

Share this article
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Kemenko Perekonomian

G24NEWS.TV, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2023 tetap mampu untuk mencetak pertumbuhan positif sebesar 5,17% (yoy) atau 3,86% (qtq).

Selama semester pertama tahun ini, laju ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) mencapai 5,11% (ctc).

“Kinerja ekonomi ini terjadi di tengah kondisi perekonomian global yang mengalami perlambatan yang ditandai juga dengan menurunnya tren harga komoditas utama ekspor,” jelas Airlangga Hartarto, seperti dilansir dari laman resmi Kemenko Perekonomian, Selasa (8/8/2023).

Capaian tersebut juga menandai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang telah berada di atas lima persen selama tujuh triwulan berturut-turut.

Selain itu, Indonesia juga telah kembali menjadi negara upper middle income.

Status ini berdasarkan klasifikasi Bank Dunia yang dimutakhirkan pada Juli 2023.

Baca Juga  Ini Komitmen Gibran untuk Bisnis Anak Muda: Sediakan Program untuk Startup yang Cari Modal 

Dia mengatakan data dari beberapa negara yang sudah melaporkan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2023.

Hanya Tiongkok, Uzbekistan, dan Indonesia yang masih mampu tumbuh di atas 5%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di atas Vietnam, Amerika Serikat, Singapura, bahkan Jerman masih mengalami kontraksi.

Menurut Menko Airlangga, pertumbuhan positif perekonomian nasional di kuartal kedua 2023 tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran akan terjadi perlambatan ekonomi.

Harga Komoditas Turun

Terutama akibat penurunan harga komoditas unggulan ekspor Indonesia seperti CPO dan pertambangan.

Serta akibat perlambatan manufaktur dari negara mitra dagang utama Indonesia seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

Capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2023 ditopang dari pertumbuhan positif dari hampir seluruh komponen pengeluaran maupun lapangan usaha.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh kuat yakni 5,23% (yoy) seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat di masa libur hari raya maupun hari libur lainnya.

Baca Juga  TM Nurlif: Keputusan Golkar Merapat ke Prabowo Berikan Ketenangan di Internal Partai

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencerminkan aktivitas investasi dan realisasi pembangunan infrastruktur Pemerintah mengalami peningkatan menjadi 4,63% (yoy).

Konsumsi Pemerintah juga mengalami peningkatan menjadi 10,62% (yoy).

Sementara dari sisi lapangan usaha, seluruh sektor tumbuh positif dan ditandai dengan sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh ekspansif mencapai 15,28% (yoy) sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

Industri manufaktur atau pengolahan yang masih menjadi kontributor pertumbuhan terbesar.

Ditopang oleh kuatnya permintaan domestik juga tumbuh lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu dengan share ke PDB mencapai 18,25% (yoy).

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300