Ekonomi

Airlangga Hartarto Dukung Pengembangan Bisnis Rumput Laut di Bali

146
×

Airlangga Hartarto Dukung Pengembangan Bisnis Rumput Laut di Bali

Share this article
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau lokasi budi daya rumput laut di Desa Lembongan, Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Sabtu (12/8/2023). Foto: Kemenkoperekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau lokasi budi daya rumput laut di Desa Lembongan, Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Sabtu (12/8/2023). Foto: Kemenkoperekonomian

G24NEWS.TV, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau lokasi budidaya rumput laut di Desa Lembongan, Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Sabtu (12/8/2023).

Kunjungan itu dilakukan untuk mengetahui langsung potensi pengembangan rumpu laut di Bali.

Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar juga mendengarkan keluhan untuk dicarikan solusi kepada para perajin komoditas rumput laut.

Dalam keterangannya, dikutip Minggu (13/8/2023), Airlangga mengatakan akibat pandemi Covid-19, perekonomian di Bali yang bergantung dengan sektor pariwisata mengalami tekanan yang signifikan.

Banyak warga yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

Hal ini mendorong masyarakat Bali, khususnya di Nusa Lembongan, kembali menekuni usaha budidaya rumput laut yang telah turun-temurun dilakukan sejak tahun 1984.

Baca Juga  Airlangga Dilaporkan ke Mahkamah Partai, Erwin Aksa: Keputusan Dukung Prabowo Sesuai Mandat Golkar

Minat masyarakat akan budidaya rumput laut semakin tinggi.

Hal ini karena perkembangan Industri rumput laut di dalam negeri tidak bisa lepas dari dukungan ketersediaan pasokan bahan baku yang berasal dari hasil produksi kegiatan budidaya rumput laut.

Berbincang Dengan Pembudidaya

Dalam kesempatan mengunjungi desa nelayan tersebut, Menko Airlangga menyempatkan diri untuk berbincang dengan para pembudi daya.

Pada kunjungan itu, Menko Airlangga langsung mempraktekkan cara budidaya rumput laut.

Informasi diperoleh diketahui bahwa Nusa Lembongan memiliki potensi lahan budidaya rumput laut seluas 157 Ha.

Lahan tersebut baru dimanfaatkan sekitar 40%, dengan produksi 160 ton kering per bulannya.

Lokasi budi daya rumput laut di Nusa Lembongan ini sudah dicanangkan sebagai program kampung perikanan budidaya rumput laut.

Baca Juga  Pemprov Jatim Sediakan Bus dan Kapal Laut untuk Mudik Gratis Lebaran 2023

Awalnya, jumlah pembudi daya rumput laut mencapai 500 orang yang tergabung dalam 18 kelompok.

Namun seiring dengan bangkitnya kembali sektor pariwisata pasca pandemi, masyarakat Nusa Lembongan.

Khususnya para pemuda, banyak yang kembali menekuni profesi di dunia pariwisata, sehingga saat ini ada sekitar 300 pembudi daya.

Saat pandemi, harga rumput laut meningkat, sehingga berdampak secara signifikan terhadap perekonomian masyarakat di Nusa Lembongan.

Harga rumput laut saat itu mencapai Rp49.000 per kg, tiga kali lipat dari harga rata-rata saat ini.

Email: Nyomanadikusuma@G24 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300