Politik

Ace Hasan Syadzily Ajak Para Santri Terlibat Dalam Politik

192
×

Ace Hasan Syadzily Ajak Para Santri Terlibat Dalam Politik

Share this article
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Tubagus Ace Hasan Syadzily. Foto: Golkar
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Tubagus Ace Hasan Syadzily. Foto: Golkar

G24NEWS.TV, JAKARTA — Ketua DPD Partai Golkar Jabar Tubagus Ace Hasan Syadzily mengatakan salah satu peran yang dapat dilakukan oleh para santri dalam merawat kebangsaan adalah dari dunia politik.

Ace Hasan Syadzily  mengatakan terlibat dalam dunia politik, bukan hanya dalam bentuk politik praktis, tetapi ikut terlibat dalam kebijakan dan pembangunan untuk kepentingan umum.

“Sewaktu saya di pesantren diajarkan oleh guru saya almagfirah KH Ilyas Ruchyat, mantan Rois Syuriyah PBNU, politik itu tujuannya ada dua”.

“Yakni membangun kemaslahatan dunia dan menjaga agama. Sebab itu kita para santri harus berpolitik,” jelasnya, saat menjadi pemateri pada Halaqah Internasional Milad Pondok Pesantren Al-Quran Al-Falah Cicalengka Nagreg Ke-53 dan Haul Mu’assis (alm) KH Q Ahmad Syahid di Komplek Pondok Pesantren Al-Quran Al-Falah 2, Nagreg, Kabupaten Bandung, Kamis (10/8/2023).

Menurutnya, ada misi besar yang harus dilakukan oleh para santri dalam merawat kebangsaan ini, antara lain adalah siyasatud dunya (mengatur urusan dunia) dan hirasatud din (menjaga agama).

Baca Juga  Kilas Pemilu di Tahun 2024

“Tadi sekilas apa yang disampaikan oleh Mbak Yenny (Yenny Wahid) disebutkan bahwa politik yang kita maksud adalah untuk kemaslahatan bangsa, bukan politik praktis,” kata Kang Ace, begitu sapannya, dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis (10/8/2023).

Dia menerangkan segala bentuk kehidupan ditentukan oleh proses politik. Undang-undang Pesantren misalnya itu hasil keputusan politik.

Sehingga fungsi dan peran pesantren dalam kehidupan berbangsa dan negara bisa diwujudkan.

“Jangan sampai negara lupa terhadap pesantren, padahal yang mendirikan negara ini salah satunya adalah para ulama dari pesantren,” terangnya.

Jaga Kesatuan RI

Ace menjelaskan merawat keberagaman dilakukan dalam kerangka menjaga negara kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini sejalan dengan pesantren yang telah lama mengajarkan penghormatan terhadap perbedaan pendapat.

Dia mencontohkan pengajaran soal perbedaan pandangan di lingkungan pesantren.

Baca Juga  Legislator Golkar Firman Soebagyo Tekankan Pentingnya Kedaulatan Pangan

Misalnya kitab-kitab yang diajarkan selalu ada istilah ‘kama qola’ (seperti yang dikatakan) atau ‘waqila’ (dan seseorang mengatakan) dan lain-lain.

“Bahwa politik yang dimaksudkan adalah sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, dengan mengutamakan kepentingan umum (maslahah)”.

Hal ini, jelasnya, mencerminkan ide bahwa kepemimpinan politik seharusnya dilakukan dengan tujuan memajukan kemaslahatan bersama.

Bukan hanya berfokus pada kepentingan pribadi atau golongan tertentu,” ujarnya.

Kang Ace pada kesempatan itu membawakan materi terkait “Peran Pondok Pesantren Dalam Moderasi Politik Bangsa”.

Dia menjelaskan Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yakni mencapai 237,56 juta jiwa.

Dia mengatakan didukung besarnya jumlah penduduk Muslim, Indonesia juga memiliki faktor pendukung lain yang strategis bila dibandingkan dengan negara lain.

Yaitu, faktor adanya lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren.

Email: Nyomanadikusuma@G22 News

Editor: Lala Lala

banner 325x300