Nasional

Selama 3 Tahun, Program Kartu Prakerja Habiskan Rp59 Triliun, Benarkah Tidak ada Korupsi?

229
×

Selama 3 Tahun, Program Kartu Prakerja Habiskan Rp59 Triliun, Benarkah Tidak ada Korupsi?

Share this article
Kartu Prakerja 2023
Kartu Prakerja 2023

G24NEWS.TV, JAKARTAProgram Kartu Prakerja saat ini akan memasuki usia 3 tahun pada jumat 17 Maret 2023, mengelola Rp59 triliun dan tidak ada korupsi sedikitpun, ujar Denni Puspa Purbasari, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana dalam sebuah pernyataan.

Menurut dia, pada tiga tahun pertama pelaksanaan kartu prakerja, dilakukan dengan skema semi bansos. Ini karena program ini menghadapi wabah besar pandemi COVID-19, sehingga harus beradaptasi.

Menurut Denni Puspa anggaran Kartu Prakerja selama periode 2020-2022 secara kumulatif mencapai Rp59 triliun. Dana itu menurut dia sudah memberikan dampak positif bagi masyarakat dan tidak ada korupsi.  “Jadi ini benar-benar terstruktur dilaksanakan, dan disalurkan tanpa adanya korupsi,” ujar dia.

Baca Juga  Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto : Kartu Prakerja Solusi Masalah Lapangan Kerja

“Tidak ada korupsi dalam program Kartu Prakerja,  dan kami sampaikan dengan sangat jujur. Jumlah sisa dana bantuan yang tidak terserap semuanya kami kembalikan ke rekening kas umum negara, sesuai peraturan Menko Perekonomian,” lanjt dia.

Denni menerangkan selama periode 2020-2022 program Kartu Prakerja sudah diterima oleh 16,4 juta orang. Mereka masing-masing menerima insentif sebesar Rp 3,55 juta. Secara hitungan matematis artinya anggaran untuk insentif yang dicairkan kepada penerima sebesar Rp 58,22 triliun. Sisanya, kata Denni, dipergunakan untuk biaya operasi Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja sebesar Rp 353 miliar atau 0,59% dari keseluruhan total anggaran Rp 59 triliun.

Baca Juga  Tips Konsumsi Obat Aman untuk Balita, Simak Baik-baik ya

Menurut Denni, biaya operasi PMO selama 3 tahun dari mulai gaji, sewa gedung, sewa kendareaan, sewa cloud, SMS OTP sebesar Rp353 miliar atau hanya 0,59% dari total anggaran.

Denni menyebut Kartu Prakerja telah memberikan banyak manfaat dan kontribusi berupa penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 237,8 miliar. “Ini sangat rendah tidak ada 1%-nya, bahkan hanya setengah persen saja. Itu pun Kartu Prakerja masih memberikan PNBP kepada Kementerian Keuangan sebesar Rp 237,8 miliar,” imbuhnya.

banner 325x300